Blog » Categories » AES » AES 002...
AES 002 "Perjalanan Mandiri" Saat saya belajar melepas
ichaleia
Sunday November 16 2025, 7:31 PM

Sabtu kemaren Leia melaksanakan salah satu kegiatan di semipalar yang menurut saya unik sekaligus cukup mengaduk-aduk perasaan, yaitu Perjalanan Mandiri. Di kegiatan ini anak-anak diminta untuk mengunjungi kerabat yang jarang mereka temuin sebagai bentuk silaturahmi dan latihan kemandirian. Yang bikin menantang Leia wajib berangkat sendiri menggunakan kendaraan umum bukan kendaraan umum yang berbasis online dan bukan juga diantar orang tuanya.

Waktu pertamakali mendengar instruksi ini saya langsung mikir, Ya Allah....ini anak saya beneran disuruh pergi sendiri,apalagi lokasi yang dipilih cukup jauh dari rumah kami. Dan Leia sebelumnya belum pernah naik angkot sendiri (ojek online udah pernah). Sebagai orang tua rasa khawatir itu nggak bisa di bendung, mulai dari takut nyasar, salah turun, sampai hal-hal yang ekstrim seperti di hipnotis orang lah, pokoknya kepikiran terus dan rasa takutnya lengkap.

Tapi di sisi lain, saya juga sadar bahwa inti dari kegiatan ini adalah melatih keberanian mereka, belajar membaca petunjuk, berinteraksi dengan orang lain,dan mengenal dunia luar tanpa terus menerus bergantung pada orang tuanya.Dan ya...mau gak mau saya harus belajar percaya.

Sebelum berangkat, saya dan Leia sempet survei tempat dan kasih tau angkot apa aja yang harus di naikin.Lalu saya tanya lagi udah paham belum rutenya sama turunnya dimana aja, jangan ketiduran dan jangan salah turun ya  (ibu nya parno banget), dengan wajah yang setengah bersemangat, mungkin juga setengah gugup dia jawab "Iya aku bisa kan juga mau ketemu eyang yang belum pernah ketemu. Kebetulan yang akan dia temui kerabat jauh kami yang belum pernah Leia temuin. Jujur dititik ini saya malah meleleh.

Saat hari H, saya ngeliatin dia berangkat dari jauh,sampe hilang dari pandangan. Rasanya campur aduk antara ingin ngejar dan bilang ibu sama bapak ikutin dari belakang ya, tapi juga ingin nunjukin bahwa saya percaya dia bisa.Dan ternyata alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan Leia sampe di rumah dengan selamat, pulangnya sempet mampir untuk makan dulu di warteg.Bahkan dia sempet cerita bahwa di jalan dia belajar banyak hal termasuk bagaimana bersikap sopan saat bertanya ke orang lain.

Ketika dia pulang dan dengan bangga menunjukan foto-foto serta cerita perjalanannya, rasa khawatir saya langsung berubah jadi rasa haru dan bangga yang luar biasa "(lebay gak sih)".Ternyata dibalik langkah kecilnya hari itu ada lompatan besar dalam proses tumbuhnya. Perjalanan mandiri ini bukan cuman pengalaman berharga untuk anak, tapi sekaligus latihan buat kami sebagai orang tua latihan untuk melepaskan sedikit demi sedikit, supaya dia bisa belajar berdiri lebih kuat, lebih berani dan lebih percaya diri.

Karena itu, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sangat besar untuk kakak-kakak di semipalar yang sudah mendampingi anak kami dan sudah merancang program perjalanan mandiri ini. Kegitan ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat luarbiasa. Terimakasih sudah memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar mengenal dirinyan dan kesempatan bagi kami orang tua untuk ikut bertumbuh bersama mereka.

joefelus
@joefelus   5 months ago
Kita sering underestimate anak2 ya hahaha.. saya ngalami juga apa lagi sekarang anak saya hidup sendiri jarak ribuan km jauhnya. Alhamdulillah dia baik-baik saja. Tempaan Smipa memang ajaib :)
wibiarie
@wibiarie   5 months ago
Kereen Ibu Icha tulisannya. Terharu juga nih bacanyaa hehehe.. Di Smipa, memang orang tuanya juga belajar. Di jenjang ini, orang tua belajar pelan2 melepas anak agar terlatih untuk mandiri.. Joooss...
murdeani
@murdeani   5 months ago
I feel you Cha... Congrats udah menghadapi rasa khawatirnya ya