AES95 supir perempuan
innocentiaine
Monday November 1 2021, 10:25 PM

Sedari siang udara sudah terasa dingin. Segera kubereskan peralatan kerja dan pekerjaan rumah yang masih menunggu. Masih tersisa sedikit ganjalan dari pertemuan pagi tadi. Tapi kuputuskan untuk menaruh dulu saja. Tak guna terus terganggu dan memikirkan keanehan itu. Hujan rintik mulai membesar, langit menjadi putih. Kujerang air, dan menyeduh kopi dalam cangkir. Lalu bergelung di pojok tempat duduk dan mulai membaca. Buku masih menjadi salah satu caraku untuk mengalihkan sekaligus memusatkan perhatian dari banyak hal yang sedang berjalan di keseharian. Satu, dua cerita pendek dari buku yang belum sempat aku baca sepertinya cukup mengisi waktu jeda sore sebelum menyiapkan makan malam.

Cerita pendek Murakami yang berjudul Drive My Car. Seorang aktor, membutuhkan supir karena penglihatannya belum pulih benar. Montir yang sudah bertahun ia percayai untuk merawat Saab 900 convertible kuningnya, merekomendasikan seorang supir. Meski perempuan, supir tersebut mengemudi dengan baik. Dan memang terbukti. Ia mengendarai Saab tersebut dengan lancar, halus, tak terasa ada hentakan saat berpindah gigi. Injakan pada pedal gas ataupun rem ringan dan hati-hati, bergerak lincah di antara lalu lintas kota yang padat, ataupun di ruas-ruas jalan tol. Ekspresinya memang cenderung datar, emosinya tersimpan rapi untuk dirinya sendiri. Namun ia cepat menangkap instruksi lokasi yang dituju, tak banyak bicara, dan hanya menjawab ketika ditanya. Mengemudi dengan fokus tapi tenang dan rileks, membuat sang penumpang merasa aman dan nyaman.

Membayangkannya menyenangkan. Mungkin karena saat makan siang tadi, kebetulan ngobrol tentang cap yang kerap ditempel pada pengemudi perempuan. Biasanya ketika berada di belakang mobil yang jalannya tidak sesuai jalur ataupun kecepatan umum, “Pasti yang nyupir ibu-ibu!” atau komentar-komentar sejenis, kadang dilontar dengan kesal dan penasaran untuk menyalip. Sebagai ibu-ibu, yang juga sekadar bisa menyupir dengan benar, tidak memungkiri bahwa aku juga pernah merasa kesal dengan pengendara lain. Terutama dengan lalu lintas kota yang semakin semerawut. Tapi pada kenyataannya, tidak semua ibu-ibu parah dalam berkendara, dan tidak semua bapak-bapak bisa berkendara dengan benar.

Itu saja sih tulisan hari ini.. :D selamat beristirahat.. 

You May Also Like