AES 371 Nurani
joefelus
Sunday May 29 2022, 11:21 AM
AES 371 Nurani

Pagi tadi ketika bersiap-siap akan berolahraga saya sempat tercenung membaca sebuah artikel yang diambil dari twitter tentang anak-anak SD yang menjadi korban penembakan beberapa hari yang lalu. Salah satu dari mereka bercita-cita menjadi Marine Biologist, ada yang ingin menjadi pemain sepak bola, dan lain sebagainya. Saya sangat sedih membayangkan mempi mereka direngut oleh orang yang tidak mempunyai nurani. Bayangkan saja, orang macam apa yang dapat melakukan itu? Sangat menyeramkan membaca cerita pristiwa yang buruk itu. Bayangkan seandainya itu terjadi pada diri kita. Bagi saya sendiri, kemungkinan besar saya akan tidak mampu menghadapinya.

Menurut informasi, para pelaku berbagai penembakan yang pernah terjadi dapat dikategorikan menjadi 3 tipe: Pelaku yang traumatik, psikotik dan psikopatik. Pada prinsipnya para pelaku penembakan adalah orang-orang yang "sakit" yang "terluka" yang banyak mengalami tragedi kehidupan yang mengakibatkan nurani mereka tidak bekerja secara normal.

Yang sangat disayangkan, dan sebetulnya sangat mudah dan sangat jelas untuk dipandang bahwa tragedi demi tragedi yang berkaitan dengan penembakan adalah kurangnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata! Bayangkan, bagaimana sistem yang ada begitu lapuk sehingga orang yang "sakit" dapat memiliki senjata yang kemudian dapat dipergunakan secara tidak bertanggungjawab? Tidak perlu memiliki titel pendidikan yang tinggi untuk dapat mengetahui bahwa orang sakit tidak selayaknya dapat memiliki senjata! Jika mereka dapat memperoleh senjata, berarti ada dari bagian dari sistem yang berlaku yang tidak bekerja dengan sempurna!

Saya tahu pemerintah berjuang keras dari tahun ketahun, dari pemimpin satu ke pemimpin lainnya untuk berusaha menanggulangi masalah ini. Hanya saja segala keputusan yang diambil semuanya berbau politis atau malah sengaja dipolitisir demi keuntungan pihak-pihak tertentu.

Sambil mengemudi menuju tempat olah raga dan mendengarkan lagu-lagu yang diputar, saya masih terus berpikir dan merasa kesedihan yang dalam. Sebetulnya akan sangat mudah ditanggulangi jika kepemilikian senjata dilarang. Tapi ya itu tadi, semuanya sangat politis. Jadi saya yakin kejadian penembakan yang sudah sering terjadi setiap tahun tidak akan pernah berakhir. Selama senjata masih banyak di jalanan, jangan harap peristiwa penembakan akan berhenti dan ribuan jiwa, ribuan mimpi terhapus, lenyap karena para pengambil keputusan tidak bisa mengatakan "tidak" untuk kepemilikan senjata! Menyedihkan!

Foto credit: Thoughtco.com