Saya duduk di meja kantin bersama seorang rekan kerja sambil bermain dengan garpu di mangkuk salad di hadapan saya. Tidak punya selera makan sama sekali, padahal biasanya salad ini menjadi menu favorit saya ketika tidak punya banyak pilihan lain. Field mix, (yaitu bayam kecil, arugula, berbagai jenis daun selada yang berwarna hijau dan merah), 3 beans salad yang berisi jagung, kacang merah dan satu macam kacang lainnya lalu diberi ranch dressing.
Dining hall atau kantin tempat kami duduk memang mulai agak ramai dengan para mahasiswa yang makan siang. Di seberang tempat duduk, saya memperhatikan Kano yang sibuk membuat grilled cheese sandwich. Dia begitu senang ditempatkan di flat top station. Dia sudah mahir dan sering banyak dipuji orang karena roti lapis yang dia buat memang sangat sempurna. Bunyi renyah ketika digigit lalu keju yang mulur-mulur menunjukkan kalau roti itu dibuat dengan waktu dan suhu yang tepat. Bahkan kemarin kata Kano ada seorang mahasiswa yang berteriak kepadanya,"Kanooo you make the best sandwich ever!" Hahaha... Anak ini memang ajaib. Di rumah dia tidak melakukan apa-apa tapi di tempat kerja dia begitu banyak mendapat pujian. Saya begitu bangga pada dia.
Saya terus bermain dengan selada dihadapan saya. Menu hari ini ada roast turkey, ada Jamaican jerk chicken sandwich, ada Thai red curry chicken. Itu menu-menu yang enak biasanya, tapi hari ini saya tidak kepingin makan sama sekali. Masih terngiang-ngiang apa kata dokter endocrinologist saya tadi pagi,"You may have to consider to remove your thyroid gland. I will set up a referral to a surgeon. I have a team that can help you. One of them will call you and set up an appointment." Hmm... beberapa bulan silam saya menjalani operasi kecil di telapak tangan karena trigger finger, sekarang leher saya ada kemungkinan dibuka untuk mengangkat kelenjar thyroid.
Pikiran demi pikiran silih berganti, makanan di depan saya tidak habis-habis, sepertinya susah untuk menelan sementara air teh di gelas sudah habis sejak tadi karena saya hampir tidak pernah berhenti minum untuk mendorong makanan agar masuk dan tertelan. Saya makan karena harus bukan karena ingin. Repot kalau sudah begini, padahal sore nanti rencananya akan berolahraga bersama-sama rekan kerja. Kalau tidak makan maka saya tidak akan punya tenaga yang cukup untuk berolahraga.
Urusan kesehatan memang harus dipikirkan baik-baik, tapi masalah operasi bukan hal yang mudah diputuskan. Banyak hal yang harus dipikirkan. Ya sudah, nanti pada saatnya saya akan tahu apa yang harus diputuskan, toh masih banyak waktu. Sekarang yang saya perlukan adalah informasi.
Foto credit: circlehealthgroup.co.uk
Wah turut prihatin, Joe. Semoga dapat solusi terbaik ya.
Terima kasih, kak. Memang sudah diperkirakan sejak bberapa tahun belakangan.