Saya tidak ingat kapan terakhir kali duduk di dalam kelas dan belajar dengan orang-orang lain. Ini pengalaman pertama saya sejak entah kapan, mungkin sejak saya lulus sarjana puluhan tahun yang lalu. Memang saya pernah menghadiri seminar, workshop dan sebagainya, tapi itu berbeda. Saya juga pernah "duduk" di kelas online ketika saya berencana mengejar ambisi saya untuk mendapat gelar master di bidang pendidikan. Nah hari ini untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun yang lalu, saya duduk di dalam kelas bersama sekitar 180 orang mahasiswa yang masih sangat muda-muda dan "ikut belajar" walau tidak sungguh-sungguh, karena yang lain belajar saya malah menulis blog hahaha.
Baiklah, mungkin teman-teman bertanya-tanya, mengapa pagi ini saya duduk di dalam kelas bersama 180 mahasiswa muda yang kemungkinan besar seusia Kano. Jawabannya sederhana, karena menemani Nina yang mengajar kelas itu! Saya menemani karena tempat parkir, walaupun untuk handicap, ternyata sangat jauh dari kelas, sehingga akan lebih mudah jika saya membantu mendorong kursi roda dan membantu membawakan laptop dan sebagainya.
Seru juga ternyata duduk bersama anak-anak muda ini. Well, game theory, teori ekonomi bukan hal yang familiar bagi saya, jadi sepanjang waktu saya hanya sekedar "menikmati" suasana. Saya memang sempat mengikuti jalannya perkuliahan ketika membahas game theory, saya mengerti dan merasa seru tapi kemudian mulai sakit kepala hahaha.
Sambil duduk dan berpikir atau melamun kesana-kemari, tiba-tiba saya ingat kejadian belasan tahun yang lalu. Bukan saya yang mengalami tapi Kano.
Saya tidak ingat mengapa pada hari itu Kano harus ikut ibunya ketika mengajar. Mungkin Kano saat itu sedang iburan sekolah dan saya ada kesibukan. Saya tidak ingat. Kami menyiapkan banyak kertas bekas yang masih ada bagian kosongnya. Kano sangat gemar menggambar. Dia akan bisa "anteng" berjam-jam jika sedang menggambar, jadi memang duduk di dalam kelas ibunya merupakan hal yang aman dan tidak akan mengganggu para mahasiswa yang sedang belajar.
Kano pada saat itu belum terlalu mahir berbahasa Indonesia (Itu alasannya mengapa dia belum bisa sekolah di Smipa, hahaha). Di kelas dia duduk di bangku paling belakang sambil sibuk menggambar sementara ibunya mengajar.
Pada saat itu seingat saya ada mahasiswa yang sedang presentasi. Entah tentang apa, tapi ada saat dimana dia mengatakan bahwa untuk bisa menjalankan programnya harus log in terlebih dahulu. Hanya saja mahasiswa itu salah mengucapkan, dia megatakan lojin!
Tiba-tiba ada seorang anak kecil nyeletuk sambil terus menggambar,"Lojin... lojin... Apa itu?" katanya. Seluruh mahasiswa di kelas itu tertawa kencang, sementara Nina berusaha mencegah Kano untuk meneruskan celetukannya sambil berkata,"stttt.. sttt.." Hahaha..
Pagi ini sambil duduk di kelas saya teringat akan peristiwa itu dan tersenyum-senyum sendiri. Jaman kecil memang Kano sangat lucu, dia banyak menarik perhatian orang karena hanya bisa berbahasa Inggris dan sangat bawel. Pernah suatu waktu naik bus Damri ketika turun dia dengan ramah mengucapkan terima kasih telah mengantarkan ke tempat tujuan dalam bahasa Inggris, sementra bus Damri kalau berhenti biasanya sangat sebentar, tentu saja kondektur berusaha menyuruh Kano cepat turun tapi bingung tidak tahu caranya karena Kano tidak mengerti bahwa Indonesia hahahaha...