AES 901 Merencanakan Hidup
joefelus
Saturday November 11 2023, 10:31 AM
AES 901 Merencanakan Hidup

Sejujurnya membuat rencana hidup adalah hal yang tidak pernah saya lakukan. Nah, pertanyaannya kalau tidak pernah saya lakukan, lalu mengapa saya berusaha ngobrol tentang ini? Hahaha.. Ngobrol sesuatu yang tidak pernah dilakukan memang kalau dipikir-pikir tentunya tidak akan bisa mendalam karena lack of experience atau kurang pengalaman. Ada betulnya juga, tapi sebenarnya saya ingin berkata, seandainya saja saya dulu pernah melakukan ini. Apakah akan ada perbedaan? Hmm.. saya tidak tahu.

Setiap orang punya mimpi, punya cita-cita, punya harapan, punya aspirasi dalam hidup. Kalimat ini bisa ditemukan dimana-mana, tapi, apakah benar begitu? Berapa persen orang-orang mempunyai rencana sejak awal hingga mencapai keberhasilannya? Nah berikut ini adalah fakta yang bertolak belakang dengan kalimat yang saya tulis barusan. 67% masyarakat di Amerika tidak mempunyai rencana dalam hidupnya! Ini fakta! Saya tifdak tahu berapa banyak di Indonesia, yang pasti saya adalah salah satu dari mereka!

Saya ingat tahun lalu teman-teman di Smipa berusaha memetakan perjalanan hidup mereka. Wah ini sebuah hal yang sangat disayangkan tidak pernah terjadi pada diri saya. Seandainya saja dulu saya mengalami ini, setidak-tidaknya saya punya gambaran apa yang ingin saya kejar, apa yang ingin saya lakukan dan tidak meraba-raba seperti yang selama ini saya lakukan.

Eniwei, ya.. saya sejujurnya tidak pernah merasa yakin dengan apa yang ingin saya lakukan. Waktu masih kecil saya pernah berpikir bahwa menjadi arsitek itu keren, tapi banyak faktor yang mengakibatkan saya harus melupakan khayalan itu. Hingga SMA seya tidak pernah tahu tujuan apa yang ingin dicapai hingga ada seorang frater yang mengajak saya ngobrol sehingga tertarik untuk mengikuti jejaknya. Pada intinya, selama ini saya hanya meraih sesuatu berdasarkan kesempatan yang tersedia. Ketika sebuah pintu terbuka dan saya lihat itu merupakan sesuatu yang menarik dan bisa dilakukan, saya ambil. Begitu terjadi berulang-ulang.

Mengikuti jejak frater itu akhirnya bukan pilihan yang tepat, ada pintu lain terbuka dan saya melihat ada kemungkinan dapat terlaksana, saya ambil lagi lalu kuliah dengan modal.. dengkul! Ya, serius itu. Saya pinjam uang untuk mendaftarkan diri ikut test masuk universitas negeri. Alhamdulillah saya diterima. Untuk kuliah di universitas swasta saya tidak akan pernah mampu, apalagi saya tidak dibantu oleh orang tua. Untuk kost dan bayar uang kuliah saya bekerja, dan menjelang saat lulus menjadi sarjana, saya menjadi guru di salah satu sekolah swasta yang baik dan terkenal.

Kejadian seperti itu terus terjadi berulang kali. Apakah saya pernah bercita-cita menjadi guru? Tidak! Saya menjadi guru karena ada kesempatan untuk itu. Dari mana kesempatan itu muncul? Karena saya kuliah untuk itu? Saya kuliah karena ada kesempatan terbuka untuk itu dan saya ambil. Darimana kesempatan itu muncul, karena sebelumnya ada kesempatan terbuka untuk mengikuti jejak frater itu. Dan cerita seperti itu terus berlangsung sambung menyambung.

Sekarang, seandainya saya pernah berpikir untuk merencanakan hidup, setidak-tidaknya saya akan bisa:


  • membuat prioritas akan segala bentuk tindakan yang dapat mewujudkan rencana saya.

  • lebih mampu membuat keputusan yang tepat.

  • mempunyai motivasi yang tinggi untuk membuat rencana dan tetap fokus.

  • Dan yang jelas, dengan mempuyai rencana, saya akan memiliki kemampuan untuk mengontrol segala bentuk tindakan agar mimpi saya dapat terwujud.

Itu semua tidak terjadi, tentunya. Saya tidak pernah memiliki rencana, saya bahkan tidak punya cita-cita. Jika ada keinginan atau mimpi, selalu dikaitkan dengan kondisi yang ada, kesempatan yang saya ambil dan kemungkinan yang mungkin bisa diraih. Semuanya serba parsial, sementara jika mempunyai rencana, teorinya, ini semua teori loh sebab saya tidak tahu, secara teoritis jika mempunya rencana kehidupan maka semua perjalanan, keputusan dan usaha terfokus pada rencana besar itu.

Apakah saya menyesali? Tidak juga. Mungkin semuanya akan lebih baik jika saya mempunyai rencana besar, tapi saya menerima kondisi yang ada dan yang saya jumpai dari semua pengalaman yang sudah dijalani, saya banyak mengalami surprise! Ya banyak faktor kejutan dalam hidup saya karena sekali lagi semuanya hampir tidak pernah direncanakan. Hahaha... Itu karena saya melihat dari segi positifnya. Apakah saya iri dengan teman-teman di Smipa? Jujur saja, Ya! I wish I was one of them!