AES 981 Menunggu Di Rumah Sakit
joefelus
Tuesday January 30 2024, 12:00 AM
AES 981 Menunggu Di Rumah Sakit

Saya duduk di lobby rumah sakit, mengantuk tapi tetap sibuk bekerja. Hari ini saya akan bekerja secara remote, dari rumah sakit. Saat ini Nina sedang menjalani operasi lulut yang ke dua, yang sebelah kanan. Namanya Total knee arthroplasty (TKA), yang merupakan proses replacement dari lutut yang mengalami fase degenerasi yang disebabkan karena usia atau hal lain. Faktor usia biasanya berkaitan dengan osteoartritis dan sebagainya. Saya tidak terlalu paham.

Seperti kemarin saya ceritakan, ini bukan pengalaman pertama. 6 bulan yang lalu Nina juga menjalani proses yang sama untuk kaki kirinya. Saat ini dokter bedah sedang melakukan operasi, sementara saya menunggu sambil bekerja. Saya sangat beruntung pekerjaan saya sangat fleksibel dan boss mengijinkan saya untuk bekerja secara remote. Ya memang sangat beruntung jaman sekarang segala sesuatu menjadi sangat mudah dengan adanya kemajuan teknologi, apalagi pekerjaan saya berkaitan dengan komputer dan internet. Rumah sakit memberikan akses internet gratis sehingga saya dapat bekerja dengan nyaman di lobby. Walau seandainya tidak ada internet saya masih bisa menggunakan thethering dari telepon yang saya miliki. Jadi memang sangat leluasa.

Walau sudah mengantisipasi apa yang akan kami hadapi, semalam saya tetap sulit tidur. Mungkin karena tidur di sisi yang salah. Sejak kemarin semua hal di rumah saya balik untuk mempermudah Nina ketika nanti dia pulang dan menjalani masa penyembuhan. Saya paling suka tidur di sebelah kiri sekarang tidur di kanan, dan sepertinya walau kemarin saya sangat lelah, tetap saja tidur tidak nyenyak. Oleh sebab itu di rumah sakit saya begitu mengantuk.

Ada sekitar 10 orang yang menunggu anggota keluarga yang sedang dioperasi. Rumah sakit ini memang khusus rumah sakit ortopedi, jadi menangani segala hal yang berkaitan dengan cidera atau penyakit tulang, otot, ligamen dan sebagainya. Ruangan tempat saya menunggu adalah khusus ruangan operasi, jadi siapapun yang ada disana pasti menunggu kerabat yang sedang di meja operasi.

Kami sudah berada di rumah sakit ketika hari masih gelap. Nina langsung check in dan mengisi beberapa formulir lalu beberapa menit kemudian dipanggil masuk sementara saya menunggu di lobby. Menjelang pukul 7 pagi saya dipanggil. Suster meminta maaf karena membutuhkan waktu lama. Saya tersenyum dan langsung dapat menebak. Setiap kali ke rumah sakit dan berhubungan dengan jarum, suster pasti kesulitan menemukan vena di tangan Nina, entah mengapa. Suster butuh memasukkan jarum infus dan menghabiskan waktu 1 jam untuk bisa melakukan itu. Saya tersenyum ramah dan berusaha menghibur suster yang merasa bersalah. Saya katakan bahwa sudah puluhan tahun masalah ini selalu terjadi. Begitu masuk, Terlihat Nina sudah mulai terpengaruh obat bius. Dia mendapat spinal block dan juga anestesi. Tidak lebih dari 1 menit saya berusaha menyemangati Nina dan kembali keluar. Sambil menunggu, saya sibuk bekerja.

Menunggu, terutama di rumah sakit ketika sosok yang paling kita sayangi ada di meja operasi bukan hal yang menyenangkan. Untungnya saya menunggu sambil bekerja, jadi tidak terlalu buruk, tapi coba bayangkan orang lain yang hanya duduk menunggu, apalagi jika kerabat yang sedang dioperasi itu mengalami hal yang sangat serius. Kata "menunggu" saja bukan merupakan kata yang memiliki pengertian yang sangat menyenangkan, apalagi jika terkait dengan rumah sakit. Ya itu sedikit banyak yang saya alami, untungnya saya banyak pekerjaan sehingga dapat mengalihkan sebagian besar pikiran saya ke hal lain. Menunggu seringkali membutuhkan distraksi. Karena saya begitu sibuk, tidak terasa waktu cepat berlalu dan tiba-tiba saya dipanggil karena dokter bedah ingin berbicara dengan saya. Segala sesuatu berjalan dengan baik dan saya tinggal menunggu hingga Nina sadar dan dipindahkan ke ruang recovery dimana saya kemudian bisa menemainya di sana.

You May Also Like