Seperti halnya sebuah cerita, semua diawali dengan kata pertama di dalam kalimat pertama, di halaman pertama. Dari situ kemudian cerita berkembang dari satu halaman ke halaman lain, dari satu chapter ke chapter lain. Demikian juga hidup.
Saya ingin sekali dapat menjadi seorang yang dapat mengembangkan cerita, menulis dari kata pertama menjadi sebuah kalimat, lalu bertambah kalimat demi kalimat, halaman demi halaman. Saya tahu kemana arah cerita saya, saya tahu karakter apa saja yang akan muncul, saya merencanakan tantangan apa saja yang akan dihadapi. Seandainya saja, tapi itu semua dalam sebuah cerita, dalam hidup berbeda lagi. Dalam hidup saya hanya merupakan salah satu karakter.
Ini yang saya percayai. Dalam cerita dimana saya sebagai salah satu karakter mempunyai kebebasan, saya memiliki kemampuan untuk memilih, dan saya memiliki kesempatan untuk menghadapi konsekuensi dari pilihan yang sudah diambil. Saya masih berusaha mempelajari apakah arah cerita sudah diatur atau tidak, saya juga masih dalam proses pencarian apakah akhir dari cerita sudah ditentukan atau tidak.
Menarik sekali bukan? Jika dipikirkan dengan baik, memang kurang lebih begitu. Oleh sebab itu sering sekali kita dapat menyaksikan sekelumit kejadian hidup dalam reality show. Tapi itu hanya pertunjukkan, yang merupakan sepotong kecil fragmen-fragmen yang diambil dari kehidupan yang kemudian dimanipulasi dan dapat dijual. Tapi kehidupan sendiri tidak seperti di dalam reality show karena kita tidak pernah dapat membaca keseluruhan cerita, kita tidak pernah tahu akhir dari cerita hingga mencapai saat itu.
Yang dapat saya lakukan adalah menguhubungan berbagai titik-titik yang ada dimasa lampau. Dengan melakukan itu, ada kemungkinan saya dapat memetakan apa yang harus saya lakukan saat ini dengan mempertimbangkan alur yang sudah saya rangkai dari berbagai titik-titik di masa lampau dan mempertimbangkan serta mereka-reka apa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Terdengar atau terlihat sangat logis bukan?
"For everything in life, there is always a beginning and an end. This is the tough part, the most difficult thing when you see that it's coming: The end." - Seve Ballesteros
Kalimat yang saya kutip di atas itu yang saya rasakan saat ini. Titik-titik di masa yang lalu sudah terhubung, berbagai keputusan sudah diambil, yang bisa saya lihat saat ini adalah masa depan yang remang-remang, mungkin hanya samar-samar atau hanya bayangan yang mungkin melenceng dari yang sesungguhnya. Sekali lagi, kita tidak pernah tahu hingga pada saatnya. Nah kondisi ini yang seringkali membuat kita begitu bersemangat, begitu tertarik, tapi bisa juga begitu khawatir dan sangat melelahkan.
Yang biasa kita lakukan adalah melangkah sesudah mempertimbangkan berbagai pilihan dan mengambil keputusan. Ya, seperti sebuah cerita diawali dengan sebuah kata lalu menjadi kalimat dan dari sana mulai dibangun alur cerita. Ketika chapter pertama berakhir, awal dari chapter kedua dimulai. Begitu seterusnya hingga mencapai akhir dari keseluruhan cerita.
Foto credit: startupsmagazine.co.uk