Ini akan menjadi semacam catatan saya menjelang akhir perjalanan dalam petualangan kali ini. Sudah sangat banyak yang saya ungkapkan dan ini memang sangat menarik untuk kemudian saya telusuri lagi dikemudian hari. Tapi itu belum semua, proses masih berjalan dan semakin menjelang akhir semakin menarik sebab kami merasa seolah-olah berpacu dengan waktu.
Peristiwa semacam ini memang bukan pertama kalinya saya alami. namanya pindah tempat domisili itu sudah biasa. Kalau dihitung-hitung dalam hidup, semenjak saya dapat merekam semua perjalanan hidup, tidak termasuk ketika masih kecil sekali dan belum dapat mengingat hal-hal yang penting, setidak-tidak sudah hampir 20 kali saya pindah. Dari semuanya memiliki satu kesamaan yaitu kelelahan yang luar biasa. Nah kali ini semuanya sudah diluar batas, di luar batas kelelahan baik fisik maupun mental.
"Hey Joe, Nina now depends on you. You have to let her finish her revision and you take care of the moving." Kata 2 orang professor pembimbing disertasi Nina.
"Of course Prof! I have requested a day off on Friday." Kata saya menjawab sambil menongolkan wajah saya sedikit di depan kamera.
Saat itu Nina memang sedang bimbingan secara online. Defense memang sudah selesai tapi bimbingan jalan terus terutama karena ada banyak revisi yang harus dikerjakan, bahkan katanya harus mengolah data ulang karena ada sesuatu yang harus diperbaiki. Saya betul-betul tidak mengerti. Yang jelas akhir pekan ini sepertinya Semua kegiatan pindah rumah lebih ditumpukan pada diri saya. Nina harus terus sibuk menyelesaikan tugasnya.
Ini kali pertama saya pindah dengan persiapan yang sangat minim. Biasanya saya sudah mencicil jauh jauh hari, seperti ketika akan ke Fort Collins, kami sudah mulai mempersiapkan diri sejak awal tahun. Bayangkan saja, Nina baru berangkat bulan Agustus dan Kano serta saya menyusul di akhir tahun, tapi kami sudah sibuk membeli kontainer sejak awal tahun, mensortir barang serta mendata. Hingga saat ini sesudah 8 tahun kemudian saya masih punya data, kontainer nomor 1 isinya apa saja. Hebat bukan? Dan kontainer yang kami tinggal jumlahnya puluhan semua tertata rapih di dalam gudang-gudang.
Waktu dulu akan pulang dari Hawaii juga sama. kami berkemas sejak dini, apalagi saat itu kami memiliki anak balita. Kami bahkan menyewa storage, 3 buah kalau tidak salah, semua dikemas dalam doos berbagai ukuran, oleh sebab itu pindah saat itu tidak tergesa-gesa seperti kali ini. Saat ini saya hanya memiliki 4 hari lagi sebelum rumah harus dikosongkan, barang-barang yang belum dikemas jumlahnya lebih dari 50%. Kalau bicara soal merasa tertekan dan lelah, itu terlalu sederhana dan mudah, yang saya rasakan sudah jauh berlipat ganda dri kata tertekan dan lelah!
Baiklah, harus saya akui bahwa kejadian kali ini karena memang kesalahan kami juga, terutama saya! Kali ini saya banyak menunda-nunda, underestimate semuanya, menganggap remeh dan mudah, padahal kenyataannya tidak begitu. Mengapa saya banyak menunda-nunda? Semata-mata karena jauh dalam relung hati yang paling dalam, saya enggan untuk pindah, saya tidak mau meninggalkan semua ini. Nah karena itu, saya harus menanggung akibatnya! "Salah sendiri!" Kata saya dalam hati. "Kenapa tidak dari dulu?" Kata saya lagi pada diri sendiri. Saya boleh jengkel dan memaki-maki diri sendiri, tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Nah yang harus saya lakukan adalah, ya jalani saja setekun mungkin dan seulet mungkin.
Saya sudah menyewa truk besar. Hari Sabtu nanti saya akan mengangkut semua hingga Minggu sore. Mudah-mudahan cukup waktu!
Foto credit: ponyexpressmoving.com