AES 1134 No Home
joefelus
Wednesday July 3 2024, 12:00 AM
AES 1134 No Home

Pagi ini saya kembali ke apartement untuk terakhir kalinya. Ada beberapa barang yang harus diambil sebelum mengembalikan kunci. Entah mengapa, ketika tiba di tempat parkir saya seolah-olah merasa berada di tempat yang sangat asing. Tempat dimana saya menghabiskan hidup hampir selama 8 tahun tiba-tiba terengut begitu saja hanya dalam waktu semalam. Tadi malam saya masih merasa sebagai "home", pagi ini kesan itu lenyap begitu saja. Aneh.

A house is made of bricks and beams. A home is made of hopes and dreams.

Kutipan di atas berusaha membedakan 2 pengertian rumah, yang satu hanya sebagai bangunan sementara yang kedua, home adalah tempat yang memiliki kehidupan, jiwa, harapan, mimpi, kenangan, petualangan, dan sebagainya. Saya butuh penyesuaian diri karena merasa "home" yang saya miliki sekarang broken. Ini sesuatu yang sangat dalam. Bukan hanya sebuah bangunan tampat saya berteduh, tapi lebih dari itu. Home adalah kehidupan yang saya jalani bersama orang-orang yang saya cintai.

Kunci apartemen lalu saya kembalikan. Mulai pagi ini saya secara resmi tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Saya tidak lagi mempunyai tempat yang bisa disebut "home". Pada saat itu, seperti terjaga dari tidur yang panjang, mulai dihadapkan pada kenyataan. Ada quote tentang home yang sangat saya sukai: “Home is where love resides, memories are created, friends always belong, and laughter never ends.” Bukan berarti bahwa tanpa home, semua itu tidak terjadi, tapi tanpa memiliki tempat tinggal memang sangat berbeda.

Pernah berenang di laut yang dalam? Sangat berbeda dengan berenang di kolam renang atau sungai. Ketika berenang di laut, bukan di pantai loh ya, di laut, di tengah samudra, dan jika teman-teman belum pernah, akan saya ceritakan bagaimana bedanya dengan berenang di pantai, sungai atau kolam renang. Berenang di tengah laut kita merasa ada sebuah sensasi yang menyeramkan. Mengetahui bahwa kita tidak mengetahui dasarnya, membuat seluruh indera kita waspada. Ketika kita berenang di tengah samudra, apalagi jika untuk pertama kalinya, maka ada perasaan insecure! Yang saya alami agak sulit dapat dilupakan. Mungkin karena saya adalah seorang yang sensitif dalam banyak hal sehingga persepsi akan banyak hal sangat kuat. Yang sedikit lebih sederhana, ketika kita berenang di kolam dan ketika berada di bagian yang sangat dalam seperti misalnya bagian untuk terjun yang ada menaranya sehingga dasarnya jauh lebih dalam dari hanya kolam untuk berenang laps, maka tubuh saya juga bereaksi. Itu kadalamannya sedikit banyak saya tahu sebab biasanya ditulis di dinding kolam. Nah sekarang bayangkan jika di samudra. Nah tidak memiliki tempat tinggal memberikan sensasi yang serupa.

Saya merasa ada kegamangan dalam menjalni hari-hari tanpa tempat tinggal yang bisa saya sebut home. Oh jangan salah, saya tinggal di tempat seorang sahabat yang rumahnya sangat luar biasa. saya memang tiba lewat tengah malam dan sahabat saya sudah jauh terlelap. Rumahnya memnggunakan nomor kombinasi untuk membuka kunci pintu, pintu garasinya menggunakan remote control dan kamar tidur saya jauh lebih mewah daripada hotel bintang lima! Tadi pagi begitu selesai mandi dan turun ke bawah sudah mengenakan seragam kantor, sahabat saya berjalan menuju espresso machine dan membuatkan saya kopi lalu saya menggunakan Jeepnya untuk berangkat kerja karena Nina memiliki jadwal yang berbeda. Hotel manapun tidak akan menyiapkan saya segelas cappucinno di pagi hari atau mengijinkan saya menggunakan kendaraanya. Sebulan ke depan saya memang akan tinggal di tempat yang mewah, yang memiliki jaccuzi di halaman belakang dan TV megatron seperti di Time square di New York. Tapi tetap saya merasa homeless!

Saya ingat sebuah tulisan yang mengungkapkan apa yang Jacky Chan ketika ditanya apakah dia sudah puas dengan kehidupannya. saya harus belajar dari situ. saya akan kutip di bawah:

~●~ Jackie Chan responded to a journalist's question about whether he is satisfied with his life with these wise words:

"You know, I once heard very wise words:

Your hard work is the dream of every unemployed person;

Your restless child is the dream of everyone without children;

Your small home is the dream of every homeless person;

Your little capital is the dream of every debtor;

Your poor health is the dream of every patient with an incurable disease;

Your peace, your peaceful sleep, your accessible food is the dream of everyone in a country at war.

You must appreciate everything you have. After all, no one knows what tomorrow will bring."

You May Also Like