AES 1418 Bagaimana Ini?
joefelus
Wednesday May 28 2025, 8:56 AM
AES 1418 Bagaimana Ini?

"You'll be fine, chef!" Kata saya kepada chef Chaves yang pada saat itu akan mendemonstrasikan cara memasak sebuah hidangan utama pada sebuah acara trainign untuk seluruh karyawan dinning center di CSU.

"Thank you, Jo. I'm very nervous." Katanya.

Saya kemudian menepuk pundaknya dan memberikan semacam dukungan walau hanya sekedar menggunakan jestur karena terus terang saya tidak memiliki kata-kata yang baik untuk memberi semangat.

Acara itu akhirnya berakhir dengan sangat memuaskan, ada seorang general Manager yang membantu menjadi seorang pemandu acara. Makanan yang dimasak sangat disukai banyak orang, yang myoritas adalah tukang masak, termasuk production chefs, executive chef dan sous chef. Acara berakhir dan chef Chaves terlihat begitu gembira karena acatanya sukses, salah satu acara yang dihadiri oleh paling bnyak peserta dibandingkan dengan acara-acara lainnya yang pada saat itu dilaksanakan secara bersamaan. Chef Chaves sebetulnya tidak perlu ragu-ragu akan kemampuannya, dia adalah salah seorang lulusan sebuah sekolah kuliner yang terkenal di dunia yang berpusat di Perancis di benua Eropa, Le Cordon Bleu. Amerika sendiri kalau tidak salah memiliki 16 atau 17 sekolah yang merupakan cabang dari Le Cordon Bleu Eropa.

Itu Chef Chaves! Salah atu sahabat saya yang sekarang menjadi bossnya Kano di dapur. Dan hari ini saya juga ikut sedikit merasakan bagaimana nervous nya dia saat itu karena dalam beberapa jam lagi saya akan masak di Simpa, mudah-mudahan tidak banyak yang hadir hahahaha! Kenapa begitu? Pertama saya tidak terlalu paham masakan tradisional tanah air, saya berpendapat bahwa makanan Nusantara begitu rumit dengan banyak sekali rempah-rempah dibandingkan dengan makanan barat yang menurut saya jauh lebih sederhana dalam hal rempah dan ebih mengandalkan teknik dan pengetahuan tentang cara memasak. Kedua, saya terlalu gegabah memilih bahan baku utama yang seumur hidup belum pernah saya kenal, yaitu kecombrang.

Saya memiliki beberapa masalah, yaitu walau saya suka memasak tapi hari ini akan memasak sesuatu yang saya tidak suka! Dan lebih seru lagi, ketidaksukan saya ini baru saya ketahui beberapa hari yang lalu ketika untuk pertama kalinya saya memegang, merasakan dan memasak bunga kecombrang! Hahahaha... I just realize that kecombrang buds or torch ginger flower bud is not my cup of tea! Dan kemarin ketika saya berusaha menikmati hasil uji coba masakan ini, tubuh saya pun berontak. Sesudah makan saya seperti orang mabuk, sakit kepala, dan tubuh terasa tidak nyaman. Ternyata sesudah saya mencari tahu, bunga kecombrang ini adalah allergic hystamine, yaitu memiliki kandungan yang bagi orang-orang tertentu yang sensitif, tubuhnya tidak mampu mengurai histamin yang ada di dalam tubuh sebagai bentul reaksi alergi dari mengkonsumsi bunga ini. Nah ada orang-orang yang menunjukkan reaksi alergi, saya salah satunya oleh sebab itu hal ini membuat saya khawatir ketika nanti akan masak di Smipa. Saya harus mewanti-wanti semua orang akan risiko yang mungkin dapat terjadi walau kecil.

Masalah berikutnya, hahaha, ini masalah pribadi. Saya bukan tukang masak profesional walau sudah pernah berkecimpung di bidang ini selama belasan tahun. Saya merasa tidak layak untuk mempertontonkan kebodohan saya hahaha.. Jadi begini saja, nanti saya akan mengajak teman-teman untuk bersama-sama bereksperimen. Saya tidak bermaksud mengajari tapi kita nanti akan sama-sama belajar dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan interaktif sehingga akan menjadi sebuah kegiatan yang seru.

You May Also Like