Karena selama perjalanan hampir tidak pernah menulis, seingat saya hanya 2 yang sempat saya tulis di awal-awal perjalanan, saya punya hutang banyak sekali, mungkin sekitar 20 tulisan, sebab perjalanan saya dan teman-teman dilakukan selama sekitar 3 minggu. Seperti diceritakan sebelumnya, saya dilanda kelelahan yang luar biasa.
Eniwei, itu sudah lewat, sekarang saya sedang berusaha mengumpulkan kembali ide-ide yang hilang sebab sungguh saya ingin mengabadikan kesan-kesan maupun pengalaman unik yang baru saja saya alami. Sangat disayangkan kelelahan menjadi penghalang semua itu. Tapi setidak-tidaknya saya belajar sesuatu, dan ini akan menjadi semacam panduan untuk perjalanan-perjalanan yang mungkin akan saya lakukan di kemudian hari.
Saya selalu punya mimpi untuk banyak berpergian, mencicipi berbagai sajian kuliner berbagai negara. 3 Minggu kemarin versi "mini"nya terlaksana. Saya sebut mini sebab pada kenyataannya hanya 2 negara dan berbagai tempat di Indonesia, tapi saya sudah mencicipi banyak keunikan kuliner dari masing-masing tempat. Yang saya pelajari dari perjalanan itu, jika ingin menikmati semua secara sungguh-sungguh, harus diselingi dengan jeda-jeda untuk beristirahat, mengumpulkan kembali energi yang sudah dihabiskan sehingga dapat menikmati kelanjutan perjalanan dengan jauh lebih baik. Itu yang kemarin tidak saya miliki dan tidak dilakukan sehingga ditengah-tengah perjalanan, kami semua kelelahan.
Saya sering juga berniat untuk mencoba mengikuti tour, misalnya saah sau contoh ke Eropa. Ada tawaran yang menurut saya cukup affordable, 2 minggu perjalanan ke berbagai negara dengan biaya yang kalau perjalanan itu dilakukan sendirian hampir tidak masuk akal. Tapi kemudian saya pikir, dengan kondisi tubuh dan usia saya, sepertinya bukan hal ideal untuk dilakukan. Yang saya inginkan bukan kuantitas tapi kualitas. Bukan banyaknya negara yang bisa dikunjungi sekaligus tapi bagaimana saya dapat menikmati perjalanan semaksimal mungkin. Untuk itu butuh waktu yang lebih panjang dan butuh perencanaan yang matang. Tour bukan pilihan.
Sadar akan kemampuan diri menjadi sebuah kenyataan lain yang harus saya perhatikan. Saya sering lupa usia! Hahaha.. Dulu ketika usia hampir setengah dari usia sekarang, saya dapat melakukan perjalanan mengunjungi 13 states di Amerika hanya dalam kurun waktu 3 minggu berbekal ransel besar. Semua bisa saya lakukan dan dapat menikmati seluruh perjalanan dengan baik, terbukti saya punya banyak dokumentasi dan cerita perjalanan itu, sementara sekarang yang hanya 7 lokasi saya sangat kelelahan dan tidak memiliki kemampuan untuk menarasikan kisah perjalanan seru ini. Bayangkan saja, 13 states dan hanya beberapa malam di hotel, sisanya saya habiskan waktu istirahat di kereta, di bus atau di rumah keluarga teman-teman. Kali ini saya bermalam di berbagai hotel, tidak ada satupun yang dihabiskan dalam kendaraan, bahkan di satu tempat saya habiskan di hotel berbintang yang sangat ternama di pusat kota bahkan dijemput di bandara oleh orang-orang berjas dan berdasi dengan kendaraan super mewah. Tetap saja, saya kelelahan. Usia memang tidak dapat dikelabui! Hahahaha..
Tidak terlalu terbawa suasana, ini juga pemikiran saya yang lain. Bukannya saya tidak ingin menikmati suasana perjalanan yang seru, tapi yang saya inginkan di masa depan adalah saya lebih aware dalam menikmati perjalanan. Contohnya misalnya berkenaan dengan dana. Seringkali saya begitu menikmati suasana hingga lupa bahwa perjalanan saya memiliki budget. Misalnya Kopi, saking terbawa suasana dan kesenangan, saya dengan mudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk membeli kopi! Mari kita berhitung, anggap saya membeli 100 gram kopi luwak bubuk seharga 350 ribu. Jika setiap kali saya membuat espresso membutuhkan 18 gram kopi, maka saya hanya bisa membuat 5.5 cangkir, itu artinya secangkir kopi saya harganya 63 ribu, belum termasuk lain-lainnya. Kopi yang sangat mahal bukan? Jajan, ini salah satu sumber kebangkrutan juga karena melihat banyak hal dan ingin mencoba semuanya, lupa akan kapasitas perut akhirnya hanya mencicipi sedikit dan berakhir di kotak sampah. Banyak hal lainnya yang biasa dilakukan tanpa pikir panjang ketika kita sedang liburan. Banyak hal-hal yang tidak dibutuhkan dibeli begitu saja tanpa dipikirkan baik-baik. Akhirnya barang-batang itu hanya dibungkus plastik lalu menjadi penghuni salah satu box yang tidak pernah dibuka. Siapa yang pernah membeli pernak-pernik cindera mata yang kemudian selama bertahun-tahun tidak kita lihat karena masih tersimpan rapih di dalam kotak? Saya punya beberapa kontainer besar yang isinya barang-barang yang pada saat berpergian merasa sayang jika tidak dibeli lalu akhirnya terabaikan begitu saja.
Ini semua jadi catatan saya. Bukan apa-apa, setelah menganggap diri sebagai pensiunan yang tidak akan melakukan aktivitas produktif lagi, maka hal-hal yang pernah diimpakan sejak dahulu kemudian mulai berusaha diwujudkan, buat saya ya lebih bnyak berpergian, jika ingin mampu melakukan itu maka saya harus lebih jeli dan teliti dalam melakuknnya, sebab jika tidak, mimpi-mimpi itu tidak akan pernah dapat terwujud.
foto credit: outsidesuburbia.com