AES 105 Backpacking (4)
joefelus
Sunday September 5 2021, 6:13 AM
AES 105 Backpacking (4)

Hari ke dua di Cape Cod kami isi dengan acara yang sangat menarik. Tuan rumah menawarkan tiket whale watching gratis. Sesudah sarapan, kami langsung diantar ke province town sekitar 20 menit dengan mobil. Di sana kami jalan jalan sebentar menikmati kota nelayan yang bersih dan menarik. Jalannya tidak terlalu besar, penuh dengan toko souvenir dan cafe serta restoran seafood. Agak mirip dengan pier-pier di San Fransisco atau di Santa Monica tapi di sini memberikan suguhan keasrian pedesaan yang sangat bersih.

Laut saat ini agak berkabut dan udara sejuk sekali. Kami langsung naik ke kapal yang akan membawa kami ke tengah laut. Namanya Portuguese Princes. Burung camar berterbangan dan pemandangan menarik sekali, sayangnya sekali lagi agak berkabut jadi kami tidak leluasa memandang jauh, tapi air berwarna biru sekali. Indah dan memberikan pesaraan spesial yang sulit saya gambarkan dengan kata-kata.

Sesudah mencapai air dalam, warna laut semakin indah, banyak burung mengapung di air dan terbang begitu kapal kami mendekat. Beberapa kali kami berteriak sebab kami melihat ikan paus di kejauhan, kamera kami berusaha menangkap moment moment itu tapi seringkali tidak berhasil. Daratan sudah tidak tampak lagi dan angin begitu kencang karena kapal kami melaju dengan sangat cepat, saya terpaksa memakai jaket untuk melawan rasa dingin yang menggigit kulit.

whale13348018003471490447.jpg?w=378

Tidak berapa lama kami diberitahu bahwa ada sebuah kapal yang berhasil menangkap seekor ikan hiu yang besar. Beratnya sekitar 2500 pound (1,133 kilogram). Semua orang tampak tertarik, dan begitu kapal merapat, semua berebut membuat foto. Tampaklah seekor ikan hiu malang tergeletak di dek kapal, besar sekali. Si nelayan mempertontonkan gigi gigi ikan hiu yang besar dan tajam dengan membuka mulutnya dengan sebuah kait besi yang besar.

Kami melaju lagi, hingga kami melihat seekor humpback whale. Ikan paus ini kebetulan masih muda, besarnya kira kira 1/3 kapal kami, menurut perkiraan Kapten kapal beratnya sekitar 20-30 ton. Mesin kapal dimatikan sehingga kapal kami terapung diomabng ambingkan ombak yang sangat tenang. Permukaan air begitu jernih sehingga semua yang ada dibawah kapal tampak sangat jelas. Cuaca sangat mendukung petualangan kami melihat ikan paus ini. Saya sungguh terpesona melihatnya. Terlebih ikan paus ini tampaknya sangat ingin tahu dengan kehadiran kami, dia bermain main sekitar kapal, bahkan siripnya meraba raba lambung kapal, menyelam dari satu sisi ke sisi lain, semua orang berlari dari satu sisi ke sisi lain, ramai sekali. Apalagi ketika sang paus mengeluarkan kepalanya dan udara campur air menyemprot keluar. Semua orang riuh bertepuk tangan dan mengabadikan dengan kamera. Nina sampai menghabiskan 1 roll film, dan hasilnya menakjubkan. Sekitar 1 jam kami bermain main dengan ikan paus itu. Saya melihat sekitar 5 ekor ikan paus berjenis lain di kejauhan. Tampaknya mereka semua sedang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain. Untunglah ini jenis binatang yang dilindungi, sebab saya yakin sangat mudah membunuh mereka karena mereka berenang sangat lamban.

Kembali dari petualangan dengan ikan paus, napsu makan saya benar benar tak tertahankan. Langsung saya lahap lobster salad, sandwich udang, dan juga crab cake, betul betul kalap saya (maksudnya kalaparan hahaha..) Sungguh merupakan pengalaman menarik yang kami peroleh hari ini, dan patut dirayakan. Udara berkabut menjadi cerah sekarang, laut tampak sangat memukau. Sayang kami ada janji untuk membuat pesta ala Indonesia nanti malam, sehingga kami harus bergegas belanja.

Dalam perjalanan pulang, kami melihat begitu banyak kabin kabin yang disewa oleh orang-orang dari berbagai tempat yang ingin menghabiskan weekend di Semenanjung ini. Hampir semua tempat memasang pengumuman 'no vacation' alias semua sudah full booked, tidak ada tempat tersisa. Memang Cape Cod menawarkan pemandangan yang Indah. Oh ya hampir lupa, diujung semenanjung ada sebuah mercu suar yang sangat bagus.

Malam hari kami membuat sate dan gado gado di teras belakang dan makan dengan lahap. Ulang tahun si nenek yang ke 77. Saya memanggang sekitar 60 tusuk sate yang besar besar dengan bumbu ala kadarnya, sebab sulit mencari bumbu yang memadai di daerah situ, jadi satenya menurut saya sih agak ke asin asinan, dan bumbu kacangnya saya pakai pindekaas, alias selai kacang hehehe.. pokoke enak, dan hampir tidak ada sisa. Mereka memuji muji sate Indonesia, dalam hati saya bilang' 'belum tau mereka kalau sate ini sate abal-abal hahahaha'

Ini adalah malam terakhir kami di Cape Cod. Besok kami akan menuju Albany, Kota yang terletak sekitar 150 mile di sebelah utara New York. Sebetulnya saya masih kepingin tinggal di Cape Cod lebih lama lagi, hanya sayangnya waktu kami terbatas, dan sahabat kami ini harus berjumpa sang ayah sebelum berangkat ke London dan Paris minggu depan. Dan petualangan kami di Cape Cod pun usailah sudah.

Malam hari kembali kami berkemas (untuk ke sekian kalinya) Besok kami akan mengalami hal yang lain, tinggal di hutan di tengah tengah New York State.***

(All photos by Nina Poerbonegoro)

You May Also Like