AES 002 Mending Takut atau Cinta?
Lei
Tuesday November 4 2025, 10:18 AM
AES 002 Mending Takut atau Cinta?

Ada hal yang dari dulu menggelitik penasaranku, yaitu tentang cara aku menerima pengetahuan tentang agama (Islam). Temen2 yang kelahiran 60-80an kemungkinan besar pernah denger atau baca sebuah buku komik underground legendaris berjudul "Siksa Kubur" yg isinya kurang lebih tentang hukuman atas dosa manusia dan layer2 neraka berikut siksaannya. Aku ketemu komik ini tuh ketika SD lah, ih kasian banget ya masi kecil udh traumatized 🤣 terus diperparah dengan kalah populernya cerita ttg betapa Maha Baik, Pengasih dan Penyayang-nya Tuhan sesungguhnya. Eits ingat, jaman dulu mah belom kaya skrg yang banyak kajian, dan kesempatan utk belajar apapun secara online sangat luas. I'm ancient, I know haha..

Setelah beranjak dewasa dan aktif mencari, aku baru mulai belajar dan ketemu narasi tentang betapa hebatnya penciptaku. Jadi belajar juga Asmaul Husna alias The 99 Divine Names of Allah yg ketika dibaca dgn penghayatan, beneran mengubah kedalaman koneksi, rasa percaya dan keyakinan dalam doa dan pasrah seorang hamba kepada Tuhannya.

Jadi mikir, strategi (ntah siapa) utk menghadirkan komik "Siksa Kubur" di masa lalu itu kynya ga efektif. Manusia yg dulu kemungkinan besar pernah membacanya juga kelakuannya pada ga bener ah. Terbukti tiap hari ada aja alasan tepok jidat dan urut dada krn berita yang di luar nalar. Kok ga nempel sih pesannya? Padahal kurang jelas apa hukuman dan siksaan (plus gambar komik yg mayan eksplisit) buat misalnya para koruptor dan perbuatan jahat lainnya, tapi sepak terjang para keparat itu kaya ga inget ada akhirat 😡

Mungkin pendekatan yg lebih efektif untuk bikin orang taat dan bersikap seperti punya Tuhan itu adalah love and admiration instead of fear. Bukankah ketika kita berhadapan dengan seseorang yang kita anggap baik dan punya banyak positive traits kita otomatis akan berusaha be on our best behaviour di depan orang tersebut? Subconciously kita akan menjadi cermin, karena ada magnet yang menarik keluar hal terbaik dari kepribadian kita yang juga kita rasakan ada pada orang lain itu.

Sebagai hamba, mungkin jika sejak awal mula kenal Tuhan itu lebih dominan cerita kekuatan dan kekuasaan-Nya yang penuh rahmat, kita merenungkan keperkasaan dan kelembutan yang ada dalam setiap pengaturan dan skenario-Nya, kemudian banyak kisah keajaiban dan syncronicities yang ga mungkin terjadi kalau bukan karena betapa Maha Besar Tuhan, apa iya kita masih santai aja gitu menjadi manusia keparat? Wajarnya mah mikir bolak balik ga sih? Malu, sungkan, takut. Takut akan azab tentu ga bisa dipungkiri, karena kita kan tau juga Yang Maha Mulia ini punya power level ultimate, Dia bs command semesta melakukan apa saja sesuka-Nya, memberi peringatan dengan daya ledak luar biasa, gampang aja. Namun disamping rasa takut yang itu, ada rasa takut lain yaitu takut bikin kecewa Sang Maha Pengasih yang udh kasih rahmat, berkah dan pertolongan pada kita tanpa henti. Ga perlu ditakut2in neraka itu mah, krn lahirnya dari rasa ingin mengusahakan diri terbaik, di hadapan Tuhan yang Maha Baik.

Syukurlah, komik horor itu udh ga keliatan berkeliaran lagi. Skena belajar agama saat ini pun lebih banyak bedah kisah kebaikan dan keajaiban buat jadi bahan perenungan. Aku pribadi berusaha banget utk mendahulukan cerita yang baik kepada anakku. Niatnya untuk ngasi inspirasi, belajar berani meluaskan harapan, mengakarkan keyakinan dan percaya bahwa divine timing dan divine intervention adalah sebuah kuncian kehidupan. Pengen bgt anakku bisa melangkah dalam kehidupannya dengan yakin dan tenang, karena dia tau dia ga pernah sendirian, ada kekuatan yang sungguh Maha Besar yang membersamai dan melindunginya senantiasa.

Semoga ya, hadirnya cahaya ilahiah dalam kalbu bisa menuntun langkah, menjadi penyemangat untuk tidak pernah menyerah meski di saat tergelap sekalipun. Aamiin! 🤲🏻

sanya
@sanya   6 months ago
Keren bu! Mewakili sekali, terima kasih sudah berbagi☺️
Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Ah ini dia yang ditunggu-tunggu. Pemikiran² dari Lei karena pas ngobrol kan asik bangeet. Sekarang bisa tercatat di sini buat bahan belajar kita sama-sama. Nuhuun Jadi memantik ide tulisan dari pengalaman serupa. 🙏🏼🤗
murdeani
@murdeani   6 months ago
Leeii.. aku dikasihnya buku siksa neraka, umur 4 tahunan lah.. emejjing yaaa hahahah
Lei
@lei   6 months ago
@sanya Makasii banyak udh baca Kak! Kakak korban komik horror jugakah? hihihi..
Lei
@lei   6 months ago
@kak-andy makasiii 🙏🏻 kapan2 harus ngobrol2 lagiii, ttg rencana bikin peradaban baru Kak 😄 (mani jauh yah haha)
Lei
@lei   6 months ago
@murdeani Diin.. eia ya apa yg benernya judulnya teh siksa neraka? emejing banget umur 4, aduh karunya 😅