AES210 Marah
leoamurist
Saturday March 26 2022, 8:00 PM
AES210 Marah

Marah adalah amarah yang tidak tersalurkan.

Amarah yang tersalurkan membakar ekspektasi.
Tidak meledak, melainkan meluas menjadi visi.

Amarah yang tumpah, yang muntah, selalu berhasrat mengubah situasi.

Mungkin amarah itu energi perubahan.
Yang kalau tidak tersalurkan jadinya marah-marah.

Perubahan (transformasi) perlu selalu diawali dengan de(kon)struksi.
Tanpa terjebak repetisi destruksi melulu.

Yang berhenti sampai tahap destruksi bisa jadi indikator, kalau energinya tidak memiliki ruang penyaluran.

Ruang penyaluran perlu dibentuk lewat rutin, hingga menjadi bagian alam bawah sadar.

Baik lah amarah tidak keluar sebagai ocehan marah, melainkan tindakan yang membuka alternatif solusi. Inilah kemarahan yang tersusun menjadi jembatan, bukan tumpahan material bangunan dari atap proyek. Runtuhan brangkal.

Amarah adalah matriks dasar bagi gagasan (ide). Seperti api yang cepat menyala, pemanfaatannya tergantung ruang penyalurannya.

Kebiasaan adalah ruang penyaluran.

Marah adalah indikator bahwa ruang penyaluran kurang luas.

Meluaskan ruang bukan dengan meluaskan kebiasaan, malahan dengan membuat kebiasaan-kebiasaan baru.

Kebiasaan adalah dinding bagi ruang. Dinding itu bisa dibentuk manusia oleh kebebasannya.
Karena manusia adalah ruang.

You May Also Like