Kalau kita pakai tingkatan dengan menggunakan sistem koordinat kartesius dua dimensi. Sumbu X sebagai cara bicara kita dalam merespon perkataan orang lain, dengan x=1 adalah membatalkan, x=2 adalah menambahkan, dan x=3 adalah mengembalikan (bukan membalikkan). Sumbu Y sebagai cara pikir kita dalam merangkai pemikiran orang lain, dengan y=1 adalah mempolakan y=2 adalah menstrukturkan, dan y=3 adalah memodelkan.
Mendengar adalah area persegi yang terbentuk dari empat titik sudut yaitu, titik temu membatalkan dan mempolakan (1,1), titik temu menambahkan dan mempolakan (2,1), titik temu membatalkan dan menstrukturkan (1,2), titik temu menambahkan dan menstrukturkan (2,2).
Menyimak adalah area persegi yang terbentuk dari empat titik sudut yaitu, titik temu menambahkan dan mempolakan (2,1), titik temu mengembalikan dan mempolakan (3,1), titik temu menambahkan dan menstrukturkan (2,2), titik temu mengembalikan dan menstrukturkan (3,2).
Mengerti adalah area persegi yang terbentuk dari empat titik sudut yaitu, titik temu membatalkan dan menstrukturkan (1,2), titik temu menambahkan dan menstrukturkan (2,2), titik temu membatalkan dan memodelkan (1,3), titik temu menambahkan dan memodelkan (2,3).
Memahami adalah area persegi yang terbentuk dari empat titik sudut yaitu, titik temu menambahkan dan menstrukturkan (2,2), titik temu mengembalikan dan menstrukturkan (3,2), titik temu menambahkan dan memodelkan (2,3), titik temu mengembalikan dan memodelkan (3,3).
Ada lagi sih sumbu Z sebagai cara berbuat diri sendiri yang menjadikan sistem koordinat tiga dimensi, yang akan lebih baik lagi dalam mempersepsi realita ini. Dengan z=1 adalah logika (causality), z=2 adalah peluang (probability), dan z=3 adalah kemungkinan (possibility). Irisan dan pertemuan yang terbentuk pun bukan lagi pada tataran luasan (area/kapabilitas) seperti yang diindera sebelumnya, melainkan sudah pada tataran isi (volume/kapasitas).