AES43 Tidak Salah Alamat Apalagi Tertukar
matheusaribowo
Monday May 29 2023, 6:00 PM
AES43 Tidak Salah Alamat Apalagi Tertukar

Kita semua akrab dan cukup sering mendengar kalimat ini, "Rejeki takkan tertukar atau rejeki takkan salah alamat." Kalimat itu kuamini benar, terutama rejeki kedamaian batin. Sebab dalam kejujuran dan pengenalan pada diri, kedamaian bersemayam. Hal ini pula yang terus dituju aliran hidupku. Sebuah jalan yang kusebut sebagai "Jalan Sunyi". Secerca upaya memadamkan ingar bingar dan cahaya berlebih. Tema ini pula yang menjadi dunia paralel kedua lanjutan dari tulisan sebelumnya di AES ke 41 saya. https://ririungan.semipalar.sch.id/matheusaribowo/blog/5228/aes41-eksplorer-eksplorer

Paralel kedua atau hal lain yang kupelajari bersamaan dengan 3 minggu, 3 sesi belajar Human Design, ialah "Karaseda". Karaseda awal mulanya adalah nama atau seorang tokoh dalam kebudayaan Sunda. Keturunannya kemudian mengajarkan sebagian kecil "karaseda" kepadaku. Dalam sebuah kelas yang lebih nyaman disebut ruang saling berbagi. Diawali dengan "mengalami enerji" atau energy experience dengan "aji tapak indung", dilanjutkan menghening di batas terang dan gelap. Sekilas tak ada bedanya dengan rutin waktu hening atau meditasi yang sudah kujalani. Tetapi pada titik tertentu ada hal yang berbeda. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan, karena memang "dialami" dan sangat personal. Sesi terpanjang ada pada saling berbagi pengalaman perjumpaan dengan diri dan sang "guru sejati". 

Pengalaman hari itu begitu sederhana namun akan sangat rumit jika harus dituliskan dengan kata dan bahasa. Pengalaman untuk semakin masuk ke dalam diri, tanpa menjadi "egois", tetapi justru kembali kepada cetak biru diri sendiri. Selaras dengan apa yang dipelajari dalam Human Design. Chart Human Design memberi tahu kita dengan cukup jelas bagaimana cetak biru kita dengan memasukkan data yang diperlukan. Tetapi karaseda seperti juga beberapa jalan spiritual lain yang pernah kupelajari termasuk kejawen, mengajak kita mengenali diri dari perjumpaan langsung dengan sang guru sejati.  

Ini sebagian potongan puzzle perjalanan di "jalan sunyi"ku. Setiap kita memiliki jalannya masing-masing, yang tentu saja berbeda dan memiliki makna pribadi. Sebab, rejeki (kedamaian) takkan salah alamat apalagi tertukar.

You May Also Like