AES 57 Satu Untuk Semua
matheusaribowo
Wednesday October 11 2023, 1:21 PM
AES 57 Satu Untuk Semua

"Mengubah 1 kelas bisa dengan mengubah 1 anak, mengubah 1 anak perlu mengubah 1 kelas.

Lika-liku seru menjadi seorang kakak (guru) adalah bagian tak terpisahkan dari keseharianku. Dalam hitungan waktu, memang baru 5 tahun mengampu peran yang kupilih sendiri ini. Tetapi cerita kehidupan datang seperti hujan setiap harinya. Rintik-rintik canda dan tawa menghiasi kebersamaan dengan teman-teman sepermainan di kelas. Seperti cuaca, rupa-rupa rasa hadir, diterima, lantas dilepas dengan rasa syukur dan lapang dada. 5 tahun yang terasa begitu penuh. 

Sekali waktu, ada yang bertanya tentang kutipan atau kalimat pegangan sebagai kakak (guru). Kujawab yakin, "To teach is to touch lives forever." Betapa tidak, setiap hari laku dan ucapanku bisa dilihat dan dirasakan oleh teman-teman kecil. Selalu percaya bahwa anak lebih peka dan menggunakan "rasa" dalam interaksi dan pengalamannya memandang dan mengenali dunianya. Tak ada yang tersembunyi dan disembunyikan dari tatap tulus dan sentuh lembut mereka. Pun apa yang mereka terima dariku. Tak pernah tahu sejauh dan sedalam apa kami (kakak atau guru) pun kita semua menyetuh dan membekas bagi hidup anak maupun orang lain. Penerimaan anak atau orang lain tak bisa kita kendalikan, tetapi bagaimana dan upaya kita memberi kesan, sepenuhnya dalam kendali kita.

Keseruan kelas yang selalu berbeda dan berdinamika, membawa refleksi tentang bagaimana menyentuh hidup seorang anak atau secara umum sekelas. Sebab proses setiap anak pasti berbeda dan istimewa dengan cara masing-masing. Namun, ada upaya dan pengondisian yang bisa membantu anak (bahkan diri kakak sendiri) menemukan bintangnya. Seperti pada kalimat pertama dalam tulisan ini, maka mengubah 1 kelas dengan satu anak, ialah dengan membuat seorang anak menyadari bahwa dirinya bagian dari kelas. Pendekatan personal (apresiasi) dan memberi peran khusus (rahasia) di kelas sehingga membuat anak merasa ada dan berada di kelas. Kesadaran ini juga menjadi landasan untuk banyak hal lain dalam kehidupanya mendatang di masyarakat. Seorang anak bersituasi yang meraih bintangnya akan turut menerangi bintang lain untuk saling berbagi cahaya dan menghangatkan.

Sementara mengubah 1 anak perlu mengubah 1 kelas ialah dengan membangun rasa aman dan nyaman pada setiap anak untuk menjadi diri sendiri di kelas. Ini berbicara penerimaan. Bahwa setiap kita bisa dan boleh menjadi tidak "sempurna", tetapi itulah sempurnanya kita sebagai anak, sebagai manusia. Bisa dan boleh salah, gagal, lupa, sedih, bahkan menangis, tetapi juga mengetahui bahwa ada "rumah" (kelas) yang menerima apa adanya dan memberi dukungan. Dalam hal ini, membangun rasa dan kepekaan untuk Silih Asah, Asih, dan Asuh di kelas. Membangun suasana kelas yang saling menerima dan mendukung tanpa syarat adalah syarat untuk juga mengubah seorang anak meraih bintangnya. Sehingga nantinya bintang diraih bersama-sama. Hingga para bintang menyinari semesta raya yang lebih luas lagi. Bahkan di luar sana, bintang yang sendiri pun tetap terasa cahaya dan keindahannya. 

You May Also Like