Jika suatu saat kamu merasa kehidupan begitu berat untukmu... Menangislah jika kamu ingin... Sambutlah air mata itu... Rasakan semua rasa yg hadir di tubuhmu saat itu. Mungkin ada rasa sempit di area dada, mungkin ketegangan di bahu, atau tenggorokanmu seperti tercekat? Emosi memberi jejak di tubuhmu, kenalilah, dan terimalah kehadirannya.
Mungkin pikiranmu akan membuat cerita macam-macam... Kenalilah itu semua sebagai "cerita" saja, tak perlu larut ke dalamnya. Seperti skenario film yang kamu baca sebagai aktor, bisa kamu perankan, tapi kamu tahu itu bukanlah dirimu.
Duduklah bersama dengan semua emosi dan rasa, bahkan jika kamu tak tahu namanya, tapi bisa kamu rasa jejaknya di tubuh. Mereka butuh untuk dirasakan. Bukan diabaikan, bukan diusir, bukan ditekan, bukan dialihkan. Mereka akan larut sendiri ke dalam keheningan setelah selesai urusannya.
Dan itu akan membebaskanmu dari penderitaan. Karena penderitaan yang kamu alami, berasal dari penolakanmu terhadap kenyataan yang hidup saat ini.
---
Post berikutnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7692/aes016-menstruasi-dan-perempuan-1
Post sebelumnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7689/aes014-tulisan-tak-sempurna