AES66 Kualitas VS Kuantitas
SamBin
Thursday October 28 2021, 4:04 PM

Dalam memproduksi sebuah benda atau produk tertentu, terdapat 2 poin yang sering diangkat dan dibahas berkali-kali, yaitu kuantitas dan kualitas, kedua unsur ini seringkali diperdebatkan oleh banyak orang-orang, terutamanya dalam dunia kerja. Kualitas adalah standar kondisi atau hasil akhir produk, kualitas dapat dinilai dari kondisi, tergantung dengan jenis objeknya juga, bisa sebuah karya seni atau sebuah teknologi atau dari jasa, karya seni biasanya dinilai dari prosesnya, kualitas bahan atau alat yang digunakan, dan secara sisi visual karya seninya sendiri, berbeda dengan sebuah benda teknologi, sebuah mobil dinilai dari sisi fisik, estetika, fungsi utamanya dan kondisi bahan yang digunakan untuk membuat kendaraannya. Untuk konteks jasa bisa dinilai dari sisi lainnya, yaitu dari performa, efektivitas dan hasil kerjanya, nanti akan dihubungkan dengan kualitas sebuah produk fisik, kualitas biasanya menjunjung tinggi sisi kondisi kesiapan produk, tetapi kadang-kadang untuk menggapai suatu standar, memerlukan waktu yang cukup lama, terutamanya jika klien memiliki “deadline” yang singkat.

Masuk ke kuantitas, kuantitas bisa masuk dan digunakan untuk aspek-aspek tertentu saja, dalam konteks produk adalah jumlah benda yang dibuat, contoh spesifiknya adalah sebuah makanan, makanan dapat diproduksi dengan cepat, tetapi memerlukan keahlian dan kualitas yang tertentu, jika produk pertama memiliki kondisi yang berbeda dengan hasil produksi kedua, maka akan muncul masalah “downgrade”, penurunan kualitas produk kadang-kadang dapat dilihat dalam berbagai jenis barang, seperti mainan, karena permintaan yang tinggi, kualitas bisa terlupakan, karena terfokuskan dengan jumlah permintaan. Permintaan ini akan muncul sekali jika kualitas produk yang bagus, harapan konsumen adalah kualitas barang produksi yang pertama, atau berdasarkan keinginannya, jika terjadi masalah di dalam sisi kualitas, maka menggunakan solusi kuantitas tidak akan selalu berjalan lancar.

Jika kualitas dan kuantitas tidak seimbang maka akan muncul sebuah permasalahan, terutamanya dalam sisi dana, teknis dan produksi, berakhir dengan jatuhnya harapan dan turunnya konsumen.