Barikade sudah mulai menipis, waktu sudah mulai habis, belum satu pun ide muncul dari Priviina, Marie, sang komandan dan pasukan lainnya, mereka semua masih mencoba melawan kembali serangan senjata musuh. Kondisi sempit seperti ini biasanya sering mendorong orang untuk berpikir cepat dan di luar konteks, utamanya saat mencari solusi, tetapi kali ini solusi yang Priviina harus dipikirkan dengan realistis, setidaknya tidak memakan korban jiwa salah satu pasukan, pasukan yang ada bersamanya sudah mulai menipis, sisanya harus berjaga di garis belakang, terpikirkan sebuah ide, Priviina punya ide untuk menggunakan sebuah granat gas, dengan melemparnya ke depan kepala truk, pasukan “Southland Rangers” bisa keluar dari samping kanan dan kiri truk, sisanya bisa mencoba mendistraksi dengan tembakan di belakang kepala truk, dengan ide ini sang komandan setuju, berharap agar rencana ini berhasil. Semua pasukan langsung bersiap-siap di posisinya, semua pasukan melemparkan granat gasnya ke depan kepala truk, sisanya terlempar dan menyebar ke seluruh ruangan besar tersebut, asapnya sangat tebal, kemudian 2 grup pasukan, di posisi kiri terdapat Marie, Priviina, sang komandan dan pasukan lain, sedangkan di posisi kanan hanya kumpulan pasukan biasa, kemudian mereka mencoba berjalan melalui asap yang tersebar di ruangannya, sedangkan terdapat 3 pasukan di belakang kepala truk yang mencoba mendistraksi fokus arah tembak musuh, pihak musuh langsung melihat distraksi tersebut, mereka mencoba menembaki posisi tersebut, seketika musuh mulai menembak, pasukan di samping kiri dan kanan menembak balik.
Tembakan mendadak muncul dari samping kanan dan kiri, membuat panik pihak musuh, mereka terjebak dalam satu posisi, tidak ada yang bisa kabur, sehingga pihak musuh ditembak dan tewas. Senjata musuh sudah dilumpuhkan, untungnya senjata musuh masih beroperasional, mereka memutuskan untuk membawa senjata tersebut, Marie disuruh untuk mempelajari senjata tersebut, ditemani dengan 5 pasukan lainnya. Meninggalkan Marie, Priviina tetap mengikuti posisi komandan, yaitu tetap menelusuri area terowongan pabrik, jalannya sudah mendekati gerbang masuk pabrik sesungguhnya, Priviina terpaksa harus meninggalkan Marie, keduanya mengucapkan selamat tinggal, dan langsung menjalankan misinya.
*iklan*
Halo Warga Smipa, apa kabar! Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order... Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...
@sageproject_=
https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en
Warung Smipa=