AES039 Taekwondo
Sanya
Sunday November 17 2024, 9:51 AM
AES039 Taekwondo

Masih ingat dulu saat mengantar Sei trial taekwondo, banyak anak kecil mungkin antara kelas TK-3 SD, hampir semua masih pakai sabuk putih ada beberapa juga yang sabuk kuning. Anak-anak berlarian kesana kemari. Sebelum mulai Sabeumnim menyuruh mereka berbaris, membungkukkan badan saling memberi hormat. Setelah pemanasan latihan dimulai anak-anak mulai latihan menendang target. Yah namanya juga anak kecil kalau belum gilirannya  ya main-main, asik sendiri.

Lalu muncul 1 anak mungkin sekitar kelas 4. Anaknya kalem tapi begitu melihat sabeumnim wajahnya serius. Wow beda sekali anak ini dari anak lainnya. Aura nya beda, oh sabuk sudah merah. Pantas beda, Keren. 

Setelah trial ternyata Sei suka, dia mau lanjut. Oke daftar. Sebenarnya sudah diprediksi, sebelumnya dia trial balet tapi malah naik-naik palang gelantungan. Dia bilang tidak mau lanjut karena membosankan, bikin ngantuk. Masih banyak kegagalan lain yang belum dicoba, semangat. Kita cari kegiatan fisik yang sesuai dengan dia. Ternyata berjodoh dengan taekwondo. Hore

Setelah diperhatikan saat sabuk putih gerakan dasarnya mudah, melatih kekuatan kaki. Pukul terus targetnya dengan sekuat tenaga.

Sabuk kuning juga relatif sama masih melatih kekuatan kaki hanya gerakan dasarnya bertambah jadi 2.

Sabuk hijau mulai agak serius, gerakan dasarnya jadi 3 dan mulai ada gerakan yang harus presisi.

Sabuk biru mulai serius. Gerakannya sudah mirip tarian menurutku, harus bertenaga tetapi halus. Terlihat semakin serius.

Apalagi sekarang sudah mulai persiapan naik sabuk merah. Gerakannya semakin rumit, perlu konsentrasi untuk menghafalkan gerakan dan menyesuaikan tenaga. Latihan sparing juga harus tenang dan membaca gerakkan lawan kapan menyerang atau bertahan. Sepertinya makin naik sabuk yang dilatih mentalnya bukan semata latihan fisik saja.

Jadi ingat si anak sabuk merah, sekarang sudah remaja dia dan strip hitam. Telaten mengajari adik-adik kecil di studio. Semakin keren saja.

Pantas namanya material arts. Ada art nya disini. Gerakan kasar yang tadinya mengandalkan kekuatan, lambat laun naik menjadi gerakan presisi yang kuat. Banyaknya gerakan presisi ini juga membuat koordinasi tubuh lebih terlatih. Mentalnya berkembang karena harus lebih tenang saat melakukan gerakan sesuai target tendangan.

Seiring naik sabuk kuperhatikan. Sei si sembrono suka jatuh, tersandung, suka lari-lari lambat laun jadi kalem, jarang luka-luka pulang sekolah, sesekali masih lah memang aktif anaknya. Tidak apa-apa yang penting ada peningkatan. Koordinasinya berkembang cukup baik, olah tubuhnya juga meningkat. Fokusnya lumayan sekarang bisa duduk tenang agak lama karena otot besarnya terlatih jadi bisa mempertahankan posisi duduk. Disiplinnya juga, sekarang dengan suka rela pergi berlatih.

Saat bazar minat di sekolah pun dia dengan percaya diri mengajarkan adik-adik tentang taekwondo. Komentar nya juga seru, “Tadi waktu bazar minat kayaknya yang lain jadi suka ingin belajar (taekwondo), ada yang bisa ikutin cepet ada yang lupa-lupa terus tapi seru!” Sebagai “kakak” di jenjang SD Kecil terlihat ada kebanggaan bisa memperkenalkan olahraga yang dia sukai pada adik-adiknya.

Kompetensinya dibidang ini rupanya meningkatkan kepercayaan dirinya.

Manfaat olahraga untuk anak-anak luar biasa ya. Beberapa aspek dapat berkembang secara simultan. Semangat Sei!