Pelan-pelan terdiam, usai membereskan semua tugas dapur, aku duduk selonjoran mulai mengetik perlahan. Teringat pertanyaan Aileen minggu lalu soal bernapas yang baik, aku pun jadi memanjangkan napas dan coba merasakan dari mana harus kumulai...
2 Comments
5 Likes
Tau tapi abai, atau tau tapi suka nego... Ga hanya anakku sih, aku juga masih suka begitu. Tau kalau makan sesuatu musti tunggu dulu sampai makanan yang masuk sebelumnya tercerna sempurna, tapi tangannya tetep suka nyomot makanan dan masukin lagi...
2 Comments
5 Likes
Sembari menunggu air dalam teko yang baru kunyalakan tadi, aku duduk mengayun pelan di atas kursi goyang. Kupandangi dinding besar di depanku yang penuh tertempeli pigura dan kuamati satu persatu gambar-gambar rupa orang yang ada di dalamnya....
Comments
3 Likes
Pose ini buatku adalah jalan tol untuk ke titik nol. Terkadang tubuh ini butuh dinetralkan dengan tengkurap seperti ini agar napas menjadi perlahan sekaligus memindahkan kecenderungan aktifnya sisi depan ke sisi belakang tubuh.
Saat berkegiatan...
1 Comments
2 Likes
Hidung yang mampet sebelah dan sesekali menuntut untuk dikeluarkan ingusnya itu jadi isyarat untuk menunda sejenak niatku ke dapur.
Badan memang punya seribu satu macam bahasa tanpa kata untuk berkomunikasi dengan si pemiliknya.
Si pemilik yang...
1 Comments
3 Likes
Bulan purnama yang sempat kusinggung dalam blog kemarin seperti menyapa lagi saat kudapati deretan kue bulan yang berjejer di meja panjang sebuah supermarket siang ini. Pertanda bahwa Festval Kue Bulan telah tiba, sebuah perayaan hari raya panen...
Comments
6 Likes
Begin Again... satu judul dari deretan blog yang menggerakkan jempol ini untuk mengetuk dan membukanya. Seusai membacanya lalu kata itu jadi seperti hantu yang terus bergentayangan di kepala dan lalu sampailah aku di sini, menggerakkan kedua...
12 Comments
8 Likes