AES073: Suboptimal
haegenquinston
Monday November 8 2021, 11:21 AM

Dari semenjak hari Jumat kemarin, aku tidak enak badan dan mengalami beberapa tipe sakit. Mulai dari pilek (mengucur tidak ada habisnya), batuk berdahak, dan juga badan lumayan panas (mungkin ada gejala demam, namun saat ini sudah membaik). Sehingga, tentunya aku butuh banyak istirahat dan tidak bisa banyak berintensitas waktu di gawai. Dengan keadaan seperti itu, aku tidak bisa sepenuhnya menjalankan kegiatan dengan maksimal, tentunya. Mulai dari tidak fokus karena teler, perlu sesekali tidur, dan juga menjaga makanan, terus minum, dan lain-lain. 

Dari sana, memasuki kegiatan sekolah. Aku mengejar dalam mengerjakan editan video dari hari jumat, sabtu, minggu, pula juga senin. Dari hari-hari tersebut, hari jumat aku merasa bugar tetapi tidak efektif karena banyak distraksi. Hari sabtu, aku tidak merasa bugar sama sekali dan kegiatan tidak efektif, karena masih ada distraksi. Pada hari Minggu, pengerjaanku cukup efektif karena meskipun aku tidak bugar, aku masih bisa mengerjakan tanpa distraksi gimana. Pula juga karena hari Minggu kemarin, aku sendiri lebih berdeterminasi untuk menyelesaikan video, meskipun pada akhirnya belum selesai dan belum maksimal 100%

Sampai di hari Senin (hari ini), aku sendiri juga cukup efektif. Mulai dari pagi hari, aku merawat tubuhku dulu dari sakit. Lalu, aku mengerjakan video sebelum di tengah-tengah istirahat. Mengapa seperti itu? Namanya juga orang sakit, butuh istirahat tentunya. Siangnya, barulah aku beres betul-betul (menurut sendiri) apa yang kubayangkan menjadi video tutorial. Apakah kegiatan hari ini efektif? Siangnya saja, paginya masih ngantuk dan belum fokus. Siangnya sudah bergerak dengan gesit. Karena keterbatasan kesehatan, jadi lebih lama prosesnya.

Pada saat aku menulis ini, aku sedang merasa capek dan lelah, terutama mata. Dari tadi sudah kegiatannya menatap layar melulu, lama-lama juga lelah apalagi sedang sakit. Suaraku, hanya bisa dikeluarkan melalui tulisan seperti ini, sebelum ke-serakan terdengar orang lain. Waktu terasa lambat, tidak seperti biasanya. Dikira sudah jam 9 malam, tahu-tahu masih jam setengah 7 malam. Padahal sudah mengerjakan banyak kegiatan, rasanya seperti ada adrenalin pelambat dalam diriku.

Karena waktu sempat terasa lambat, apakah artinya bahwa, biasanya aku terlalu membuang-buang waktu? Yang tadinya normal tak terkerjakan, masa saat sakit bisa dikerjakan dalam periode lebih cepat/sebentar? Jangankan meskipun aku sendiri dalam keadaan sakit, aku bisa mengerjakan apa yang perlu kukerjakan. Apa yang terbayang, yang sebenarnya bisa kulakukan, jika tidak sakit, di kegiatan yang sama?

Dalam masa yang sub-optimal pun aku bisa mengerjakan yang tadinya kukira optimal. Sehingga, tentunya sebenarnya selama ini, masa optimal bisa dicapai jauh lebih lagi daripada sebatas 'terkerjakan'. Sebenarnya potensi sebuah optimal, jauh lebih besar daripada suboptimal.

You May Also Like