AES 514 Menerima Kekecewaan
joefelus
Wednesday October 19 2022, 3:24 AM
AES 514 Menerima Kekecewaan

Mencerna sesuatu yang tidak enak itu sulit. Jangankan menikmati, melalui proses awal sejak mengunyah dan menelan saja tidak mudah. Nah, bagaimana menghadapi hal semacam ini? Saya akan ngobrol soal ini hari ini.

Ada dua pilihan yang harus diambil, yaitu menerima atau membuang. Jika membuang, ini mudah, tinggal mencari yang baru yang lebih disukai. Jika menerima, ini butuh banyak faktor dan proses yang harus dihadapi.

Menerima tidak berarti kita harus menyukai atau mendukung. Tapi Bagaimana menghadapinya? Bukan hal yang mudah menghadapi sesuatu yang tidak kita sukai, hal yang tidak kita inginkan maupun yang tidak kita setujui. Berbagai kekecewaan sudah pernah saya alami dan "harus" saya hadapi. Berdasarkan pengalaman selama ini, saya membiarkan rasa kecewa itu ada, rasa tidak suka saya beri tempat khusus karena pada dasarnya ketika saya sudah memutuskan untuk menerima, artinya saya membiarkan situasi itu tetap ada, membiarkan berjalan berdampingan dan aware akan keberadaannya tanpa terus menerus menentang. Jika saya tetap berusaha menentang artinya saya belum bisa menerima. Begitu logikanya. Pada intinya saya membiarkan kondisi itu berjalan berdampingan, saya membiarkan diri sendiri mengalami masa-masa kecewa tanpa menciptakan kondisi yang tidak produktif. Rasa sakit dan kecewa tetap ada tapi saya tidak menjadi menderita karenanya. Itu konsekuensi dari "menerima"!

Menerima adalah sesuatu yang berproses, yang aktif dan terus-menerus harus dilatih. Saya pernah membaca sebuah artikel dan di sana ditekankan bahwa kata menerima adalah kata kerja. Jadi ini sebuah "kegiatan", sebuah "aktivitas" dan kita tidak bisa hanya pasif. Dengan latihan kita memperkuat neural pathway di dalam otak kita. Itu yang dikatakan oleh para neuroscientist. Pada intinya kita "mengatur" kembali pola pikir kita menjadi sebuah pola pikir yang sehat. Kita tidak lagi membiarkan pikiran kita bergerak dengan auto pilot, dan tidak membiarkan alam bawah sadar kita mengendalikan proses berpikir tapi dengan sadar kita mengangkat pemikiran bawah sadar kita ke permukaan untuk kita kaji ulang dan menciptakan sebuah pola pikir baru yang jauh lebih sehat. Sekali lagi "menerima" adalah kata kerja, jadi kita harus aktif.

Menerima bukan pula berarti kita menjadi pasif dan apatis. Yang kita terima bukan berarti tertutup akan perubahan. Menerima artinya kita mampu menyesuaikan diri dengan sesuatu yang tidak kita inginkan, yang tidak kita setujui atau yang tidak kita sukai. Menerima tidak berarti kita berhenti bekerja untuk mengubahnya. Dan mengubah tidak pula berarti sesuatu yang selalu berada di luar diri kita. Kita juga berubah menyesuaikan diri sementara itu yang diluar kita dapat juga berubah. Semesta selalu bergerak saling mempengaruhi bukan? Ada juga istilah "kompromi", bukan?

Menerima tidak juga berati bahwa siatuasi akan terus menerus seperti itu. Hidup selalu penuh dengan harapan dan menjauhkan diri dari harapan akan mengundang penderitaan yang berkepanjangan. Kita memang hidup dengan menekankan "kehadiran" kita pada saat ini, tapi kita juga selalu berusaha memandang ke depan, tidak hanya terpaku pada saat ini. Kita belajar dari saat ini untuk terus bisa maju ke depan, bukan? Karena yang kita lakukan dan kita pelajari saat ini akan menjadi bekal kita di kemudian hari.

Terakhir, menerima artinya kita berlatih dari pengalaman. Kita belajar mengenali dan menerima bahwa pada saat kita belum bisa mengubah situasi yang ada. Pada saat ini kita berdamai dengan hal-hal yang mengecewakan dan kita tahu bahwa yang kita pelajari saat ini akan memberikan manfaat di kemudian hari.

Foto credit: actionforhappiness.org