Banyangkan perjalanan hidup selama bertahun-tahun dapat diringkas hanya dalam satu jam. Apakah mungkin? Saya bisa mengatakan sangat mungkin walau tidak secara detail. Bagaimana caranya? Melalui musik! Itu yang saya alami malam ini. Malam yang sangat luar biasa dan pengalaman yang mungkin bagi saya tidak akan bisa lagi terulang.
Malam ini kami diundang untuk menghadiri sebuah konser musik yang disajikan oleh Royal Hawaiian Band. Band yang jika ditelusuri sejarahnya didirikan oleh Raja Kamehameha III pada tahun 1836. Ini adalah band kerajaan yang sudah berkiprah selama hampir 200 tahun. Konser itu sendiri diadakan di Istana musim panas Ratu Emma, permaisuri dari Raja Kamehameha IV.

Ketika akan berangkat saya tidak banyak berharap.Yang saya tahu hanya sebuah event dalam rangka menggalang dana untuk Royal Hawaiian Band, saya tidak tahu bahwa akan ada konser. Kami tadinya hanya menghubungi host family kami yang dulu selama bertahun-tahun menjadi seperti keluarga sendiri. Kami mengajak beliau untuk makan malam bersama-sama. Tapi kemudian diputuskan untuk pergi ke acara pencarian dana tersebut karena kebetulan acara itu juga akan menyajikan makan malam dengan menu makanan tradisional Hawaii. Karena Simon belum pernah merasakan makanan Hawaii, kami akhirnya setuju. Nina dan saya berusaha memperkenalkan Simon dengan berbagai hal yang merupakan kekhasan Hawaii. Jadi kami kira ini akan menjadi semacam kegiatan yang sangat baik. Ternyata malam ini sangat luar biasa, tidak hanya untuk Simon tapi juga Nina, saya, dan Kano.
Tiba di lokasi, kami turun dari kendaraan dan petugas membantu kami menyimpan kendaraan di suatu tempat. Di halaman istana sudah banyak orang mengenakan seragam putih-putih dengan ikat pinggang besar berwarna merah dengan logo kerajaan dari emas. Setiap orang memegang alat musik, ada klarinet, saxophone, trombones dan sebagainya. Mungkin minimal ada sekitar 50 orang. Bayangan saya ini akan seperti pertunjukan biasa saja, seperti ala keraton yang menggunakan seragam yang agak kuno dan kadang kedodoran dan terlihat lucu. Ternyata di sini terlihat sangat profesional. Ini tidak main-main, pikir saya. Dan benar saja, saya terlalu menganggap remeh acara ini!
Kami duduk-duduk di dalam di sebuah meja panjang dengan nama kami yang sudah tercantum di sana. Meja nomor 8. Hanya ada 5 orang di meja itu, yaitu kami berempat dan Carolyne Shigemura, host family kami. Ada semacan kudapan ringan bernama arare, ini semacam keripik atau makanan dengan berbagai bentuk khas Hawaii yang tersalut lapisan yang saya yakin dari kecap, rasanya asin. Kami hanya memilih air walaupun di sana disediakan wine dan soda. Beberapa menit keudian ada pengumuman agar semua peserta pindah keluar karena konser akan dimulai 10 menit lagi. Kami memilih tempat duduk di paling depan.
Dan pertunjukkan pun dimulai. Sebuah overture dari berbagai komposisi yang dimainkan secara medley. Hampir semuanya saya kenal karena selama lebih dari 10 tahun saya banyak menikmati musik-musik Hawaiian, tapi jika dimainkan dalam sebuah orkestra semacam ini, terdengar begitu anggun, berkelas, menakjubkan dan sangat luar biasa indahnya.
Saya memejamkan mata sambil terus mengikuti alunan musik yang luar biasa ini. Secara serentak seolah-olah kembali memutar ulang perjalanan kehidupan dari awal saya menginjakkan kaki di pulau tercinta ini hingga akhir petualangan saya. Tanpa sadar air mata mulai mengalir dan dada saya dipenuhi rasa syukur yang tidak tertahankan.
Pada komposisi yang dimainkan berikutnya merupakan serangkaian lagu-lagu komposisi Israel Kamikawiwo'ole, seorang musisi yang sangat hebat yang sayangnya sudah meninggal dunia di usia sangat muda karena kondisi tubuh yang tidak baik. Konser ini memainkan sejumlah komposisi ciptaannya termasuk "What A Woderful World dan Over The Rainbow" yang sangat terkenal dan sudah banyak digunakan dalam banyak film-film karena keunikannya. Atau "In This Lfe", Lagu ini dibuat beberapa saat sebelum Iz, ama panggilan Israel, meninggal dunia.
Perasaan saya begitu terobang-ambing dimainkan oleh alunan musik yang menakjubkan ini diselingi dengan suara seorang penyanyi yang memiliki kemampuan Falsetto yang sulit ditandingi oleh siapapun. Lalu ada serangkaian musik waltz yang juga tidak kalah indahnya. Sayang sekali saya mempunyai kemampuan yang sangat terbatas untuk bisa menceritakan apa yang saya alami selama beberapa jam ini. Pendeknya seperti yang saya ungkapkan di awal tulisan ini, perjalanan hidup saya selama 10 tahunan di Hawaii dapat saya ulang dan saya ringkas selama satu dua jam dan dada ini dipenuhi rasa syukur yang begtu luar biasa. Musik memang memiliki kekuatan ajaib yang sangat sulit digambarkan dengan kata-kata. Ini menjadi malam terindah yang pernah saya rasakan selama saya berada di pulau ini dan saya begitu berterima kasih sudah mendapat kesempatan untuk menikmatinya.
wah asyik banget pastinya.. saya juga suka Iz pak, ada di playlist saya Somewhere Over the Rainbownya.. :D