Saya merasa sangat baik sepanjang hari. Mengetahui bahwa usaha saya untuk menjaga kebugaran mulai berjalan dengan baik, memberikan perasaan yang sangat nyaman. Pagi-pagi, walau semalam saya agak sulit tidur dan terjaga beberapa kali, saya tetap memaksakan diri untuk bangun dan pergi ke kolam renang. Hari Jumat adalah jadwal saya untuk berenang. Lumayan, saya bisa membakar sekitar 500-an calori. Sesudah itu saya mengajak Nina makan pagi.
Hari ini saya tidak harus masuk kantor dan dapat bekerja dari rumah. Tidak banyak yang bisa dikerjakan kecuali memonitor jikalau ada yang membutuhkan bantuan. Jadi saya banyak duduk di depan monitor dan tidak berjauhan dari telepon. Hari ini katanya kantor kami tidak ada network, alias tidak ada internet. Oleh sebab itu kami tidak dapat bekerja di kantor. Hanya saja ternyata ada salah seorang rekan kantor yang mengatakan bahwa informasi itu tidak akurat. Saya yang sudah menyiapkan diri untuk tidak bekerja di kantor agak malas juga untuk berangkat ke sana hahaha.. Eniwei, itu yang saya kerjakan sepanjang hari.
Sore hari sesudah jam kerja usai, saya pergi ke gym. Hari ini programnya berat, endurance dan power di tread, lalu strength dan juga endurance di rower dan floor. Saya yang baru 3 kali mengambil kelas setelah beberapa bulan absen, tentunya agak kewalahan dan hampir muntah hahaha.. Ya berat sekali, terbukti dari heart rate saya hampir mencapai 100%, saya banyak di level oranye dan merah yang menyatakan heart rate saya sudah diatas 84-100%. Bayangkan, olahraga selama 60 menit, 52 menit saya habiskan dengan heart rate yang sangat tinggi! Tidak heran saya hampir membakar 1000 kalori!
Pulang dari gym mood saya menjadi sangat baik. Besok kami sekeluarga dan mas Aris akan ke puncak gunung. Nah saya akan menyiapkan bekal untuk perjalanan, jadi malam ini saya mulai menyiapkan nasi sushi, besok subuh saya akan membuat musubi dari daging turkey. Barusan saya membuat saosnya yang saya racik dari cabe merah, bawang putih, jahe, madu, gula merah, kecap asin dan air jeruk lemon serta rice wine vinegar. Jadi bayangkan saja rasanya lengkap dan seimbang termasuk pedas. Manis, asin, gurih dan pedas! Itu kesukaan saya dan ketika Kano mencicipi dia juga menyukainya.
"Dad, can you please take me to Kujira? My friend who is supposed to pick me up gets delayed." Tanya Kano. Kujira adalah restoran Jepang yang jaraknya sekitar 8.6 miles atau hampir 14km dari rumah.
"Sure, give me few minutes to change." Kata saya yang baru saja selesai mencuci beras jepang dan siap untuk menanak nasi untuk membuat nasi sushi. Saya langsung berganti pakaian karena diluar sangat dingin, lalu kami meluncur.
"I am so sorry, dad. I know you are tired. I cannot wait until I can drive." Kata Kano ketika kami di mobil dalam perjalanan.
"Don't be sorry! I am happy that I can still help you. You know you are now more independent and my role as a father is fading away. I don't want to lose my life purpose which is being useful." Kata saya.
Perjalanan tidak membutuhkan waktu lama karena jalanan tidak terlalu ramai, saya kembali ke rumah sendirian dan mulai merenung selama perjalanan.
Seperti yang saya obrolkan kemarin. Janganlah kita mencari kebahagiaan, justru yang harus kita kejar adalah fulfillment, proses menjalani hidup yang bermakna, meaningful life, valued life. Nah salah satu hidup yang bermakna adalah menjadi orang yang dibutuhkan, orang berguna, orang yang dapat membantu yang lain. Nah mungkin ini yang saya rasakan malam ini. Tubuh saya memang terasa remuk redam karena olahraga pagi dan malam. Tapi saya sungguh merasa senang ketika diminta bantuan oleh Kano. Mungkin juga karena tubuh saya masih penuh dibanjiri hormon bahagia, endorphine. Jadi saya dengan senang hati pergi mengantarkan Kano walau tempatnya lumayan jauh. Ya, menjalani hidup yang bermakna, menjadi orang yang berguna apalagi saya masih dapat menjalankan peran sebagai ayah, merupakan perasaan yang menyenangkan. I feel good!
Foto credit: happy.guide