Bersuara dengan sadar, bukan sekadar. Bersuara dengan mengajak, bukan mengajar. Bersuara dengan penawaran, bukan dengan permintaan. Bersuara yang bagaimana ya itu, bukan kenapa sih gitu.
Suara gaung memotong yang belum selesai bersuara, menimpalinya dengan suara sehingga gusar rasanya. Suara gema menyambung suara yang barusan selesai, langsung sambung tanpa jeda yang seringkali bikin jadi mengulang.
Sumber suara justru yang tenang dan cenderung diam, karena sudah selesai dan tuntas bersuara. Hanya mendengarkan saja bagimana gema dan gaung suaranya, yang sudah lama selesai diucapkan namun baru mulai terdengar sekarang.