Saran tidak akan pernah tepat sasaran, karena saran bukan sasaran. Saran selalu kurang daripada sasaran. Saran seringkali lahir dari pengurangan sasaran. Yang dikurangi adalah pengalaman.
Sasaran membutuhkan pengalaman untuk mencapainya, sedangkan...
Comments
1 Likes
Ketidak menerimaan itu rasanya menyebalkan, apalagi dengan beragam cara pembenaran melindungi diri dari teori yang lain. Hanya ingin berkutat dalam teori sendiri, baik berupa benteng ataupun labirin sama saja jadi beban. Bahkan yang...
Comments
Likes
Mengetahui mengenai diri sendiri bukanlah literasi diri. Malahan yang begitu menghambat proses literasi diri. Apa yang luar biasa dari mengetahui yang diketahui oleh diri sendiri. Itu kan masih dalam biasanya, belum ke luar dari biasanya.
Literasi...
Comments
6 Likes
Pemaknaan adalah pemakluman. Sebutkanlah semua pemaknaan itu, segala ceritanya hanyalah soal memaklumi. Terlalu kecil, jadi maklum saja. Terlalu besar, jadi maklum saja.
Kepada yang terlalu, kita maklum. Kepada yang terlalu, kita memaknainya....
Comments
2 Likes
Tidak memaksa, tidak biasa. Tidak terpaksa, tidak bisa. Bisa karena biasa. Ohya, bisa di sini maksudnya mampu. Bukan racun. Ular berbisa itu ular beracun, bukan ular yang serba mampu. Kalau ular serba bisa, nanti ujungnya diminta kerjain semuanya....
Comments
3 Likes
Dua gentong menggelinding di turunan jalan, tidak lurus mulus lah lajunya. Belok kiri belok kanan tak karuan, terhadang kerikil kecil putar arah tak terduga. Gentong ketiga dilepaskan di ujung tanjakan, mengejar dua yang sudah duluan. Apa bedanya?...
Comments
Likes
"Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tidak akan pernah kehilangan apa-apa." Demikian kata Soe Hok Gie, yang bisa diaplikasi dalam fasilitasi. Yang penting ketat di konteks dan kuat di relevansi. Seperti salah satu intepretasi positif dari...
Comments
1 Likes
Satu orang terlalu arogan, sedikit kesalahan jadi bahan ledekan. Yang ketika diceritakan kepada lingkungan, tak sempat pendengar menarik napas untuk berbicara. Karena semua kata dilahap arogansi yang berbusa-busa.
Satu orang lagi terlalu angkuh,...
Comments
1 Likes
Label itu penting. Untuk menegaskan mana yang diperlukan dan mana yang tidak. Intinya kan pada gak perlu yang gak perlu. Dengan ketegasan label, kita tidak perlu mengalami salah ambil dan mengembalikannya lagi ke tempat semula.
Sebenarnya salah...
Comments
1 Likes
Jadi, maksud sebenarnya dari yang tertulis adalah untuk kembali kepada yang tidak tertulis. Yaitu pada keselarasannya. Misalnya, bilang akan mencontohkan suatu tindakan sebagai acuan. Maka, agar katanya selaras dengan nyatanya perlu ada tulisan...
Comments
Likes