AES192 Steel Factory of Hell Pt.31
SamBin
Wednesday August 10 2022, 1:21 PM

Steel Factory of Hell Pt.31


 

Perjalanan kedua teman ini tidak hanya berhenti disitu saja, banyak misi lainnya menunggu mereka, misi yang mereka ikuti sebelumnya hanyalah misi yang masuk dalam kategori terbawah, operasinya sendiri tidak dianggap sebagai objek yang terlalu penting, melainkan hanya sebuah misi ringan. Dianggap sebagai misi mudah dan ringan, ekspektasi pasukan yang terjun langsung di lapangan biasanya dihadang oleh tantangan dan halangan yang lebih mengerikan, ekspektasi pimpinan biasanya sering memiliki jarak yang sangat jauh, pimpinan dari “Gov” tidak pernah sekali pun muncul di muka publik atau ikut terjun dalam perang, jarang sekali ada pimpinan yang terjun dalam lapangan. Misi kedua pasukan “Southland Rangers” mulai dekat, misi kedua mereka hanya membutuhkan jangka waktu yang lama, misi kedua mereka hanya menempati salah satu markas besar milik “Gov” di Bumi dimensi ke-890, salah satu dari puluhan triliun bumi versi lainnya.

Ini adalah pertamakalinya Priviina dan Marie bepergian keluar angkasa dan naik pesawat luar angkasa, salah satunya milik pihak gov, kedua kawan ini dikirim pulang bersama ribuan pasukan lainnya dengan beberapa helikopter besar. Helikopter berlandas di markas utama milik “gov”, disana mereka langsung diminta masuk ke naik pesawat luar angkasanya, dikenal dengan nama Louvre, pesawat ini lebih berbentuk sebuah kapal, panjangnya mencapai 1 kilometer, dengan lebarnya yang membentang jauh sampai menutupi landasan pesawat biasa, tanpa waktu untuk beristirahat di markas, Priviina dan Marie langsung diminta masuk ke kapal, langsung keduanya ditunjukan untuk masuk ke ruangan kamar tidurnya, keduanya dipandu oleh salah satu anggota tim sekuriti “Louvre Flagship”, keduanya mengikuti sebuah jalan koridor besi, dindingnya berwarna abu, dengan corak kuning dan merah di dindingnya, lantainya berasal dari jeruji besi kotak-kotak, dibawahnya terlihat pipa-pipa dan kabel-kabel besar.

Sampailah keduanya di kamar mereka, masuk ke kamar, pintu terbuka secara otomatis, keduanya disambut oleh 2 pasukan “Southland” lainnya, Strauss si orang Jerman dan satunya Edward, kebetulan keduanya ditempatkan bersama mereka, semuanya sudah diatur oleh sang komandan dari “Southland Rangers”, yaitu Marcel sendiri.