AES 956 Jangan Mencari Kebahagiaan
joefelus
Friday January 5 2024, 11:42 AM
AES 956 Jangan Mencari Kebahagiaan

Bukan hal yang aneh bahwa setiap orang mencari kebahagiaan. Kalau kita perhatikan, banyak orang yang kalap dalam usaha mereka mencari kebahagiaan. Lihat saja media sosial, coba perhatikan apa yang mayoritas dapat kita saksikan di sana? Di awal saya katakan setiap orang, termasuk saya dan anda. Setiap orang tanpa kecuali. Minggu-minggu kemarin, apa yang kita lihat? Orang-orang yang memamerkan liburan, menunjukkan pesta-pesta, video teman-teman kita membuka kado dan hadiah natal, foto-foto makanan. Ya semua itu untuk apa? Menunjukkan bahwa kita semua bersenang-senang, kita bahagia. Apa betul begitu?

Mari kita bicara dengan jujur. Saya selalu katakan menjelang akhir tahun, menjelang Natal, yang seru itu pada saat menantikannya karena kita dipenuhi dengan berbagai harapan, bayangan akan keseruan, membayangkan kesenangan belanja mencari kado untuk orang-orang yang kita cintai, membayangkan betapa senangnya saat-saat kita membuka kado. Tidak dipungkiri semua itu menyenangkan. Kemudian waktu-waktu seru itu terlewatkan, kita kembali ke kegiatan sehari-hari. Lalu apa? Kita berkata, "loh kok Natal dan tahun baru lewat begitu saja ya?" "Tahu-tahu kita sudah di tahun 2024." Keseruan terlewat, apa yang tersisa? Sepertinya hampir tidak ada, mungkin malah tagihan kartu kredit yang menumpuk karena kita sedikit terlalu menghamburkan uang kita untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Untuk apa? Untuk kesenangan, untuk kebahagiaan? Yang begitu waktunya terlewatkan, perasaan senang itu juga hilang. Semu atau istilah yang sering saya kutip dari perkataan De Mello, kesia-siaan.

Ada beberpa pemikiran yang pernah saya baca. Jangan mencari kebahagiaan, tapi carilah fulfillment! Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi pemenuhan. Hmm.. saya agak kurang sreg dengan terjemahan itu, walau memang artinya begitu. Fulfillment dalam hidup didefinisikan sebagai proses menjalani hidup yang bermakna, valued life, dimana kita mengejar sesuatu yang berarti, bermaka bagi kita, yang kita dambakan. Nah mungkin ini lebih mendalam daripada hanya sekedar mencari kesenangan yang semu.

Minggu ini misalnya saya banyak dapat email dari salah satu produsen telepon pintar. Ada model baru yang akan keluar dalam waktu dekat. Semua orang yang mencintai gawai langsung heboh. Mulai mencari review, mulai mencari bocoran kira-kira ada peningkatan apa? Apakah kameranya lebih bagus dari telepon pintar pesaingnya yang kabarnya di tahun 2023 mengalahkan hampir semua telepon pintar lainnya. Hahaha.. Oh, saya yang juga pencinta gawai tidak kebal dari semua kehebohan itu. Seru saja, dan membuat saya bersemangat. Tapi apakah memiliki gawai terbaru membuat bahagia? Untuk sementara mungkin saja, saya senang punya gawai canggih, tapi hanya satu dua hari sesudah itu biasa saja. Kesenangan semu! Mengejar kesia-siaan. Kebahagiaan yang sejati tidak berakhir dalam satu dua hari, atau seminggu, atau sebulan. Jadi mencari kebahagiaan itu tidak bisa diperkecil maknanya dengan memiliki materi.

Nah, berbeda halnya jika yang kita kejar, yang kita cari adalah pemenuhan makna dari hidup yang kita jalani! Untuk itu kita harus tahu siapa kita sebenarnya? Apa yang menjadi dambaan dalam hidup kita? Apa yang membuat kita bergairah dalam menjalani hidup? Materi hanya bersifat sementara. Liburan juga hanya sementara, makanan juga hanya sementara bahkan kalau kebanyakan justru membuat kita menderita. Kekenyangan itu perasaan yang sama sekali jauh dari bahagia hahaha.. Bukan itu. Dulu saya pernah menulis bahwa kebahagiaan bagi saya adalah ketika menjadi orang yang berguna, useful. Saya bahagia ketika ada orang yang berterima kasih karena sudah saya bantu, misalnya. Saya bahagia ketika melihat mantan murid saya menjadi orang yang sukses, karena saya merasa ada andil dalam membekali dia dengan hal yang baik untuk menjalani hidupnya. Itu beberapa contoh. Nah itu yang jadi pemikiran saya hari ini, entah betul atau tidak tapi intinya, jangan mencari kebahagiaan karena kita akan mudah tersesat, yang kita cari adalah pemenuhan, yang kita lakukan adalah proses menjalani hidup yang bermakna, ketika itu kita lakukan secara otomatis kita menjalani hidup yang menyenangkan, dan mudah-mudahan kita bahagia!

Foto credit: briantracy.com

You May Also Like