Mangga. Mang-ga. Mengunyah, menggigit, lidah mengulum di balik mulut. Rasa manis-licin itu hampir terasa di ujung bibir ketika kita mengucapkan kata itu. Jad-wal, lompatan kecil, menggulung serapan dari pedagang asing, eksotis. I-bu. Penuh harap,...
Comments
3 Likes
Langit sudah kelabu-kusam dari pagi. Hembusan angin terasa lebih dingin daripada sejuk, seperti ada di ambang antara hujan dan tidak. Dan, akhirnya, datang juga hujan itu; tiba-tiba, deras dan mendadak. Teman-teman mulai mengeluh tentang sulitnya...
2 Comments
5 Likes
Ada sebuah kutipan dari Stephen King yang awalnya membuatku heran, namun kini, dapat kulihat kebenarannya. Katanya, setiap kali dia menerima surat rejection, dia akan mengumpulkannya dan memakunya pada tembok. Pesannya adalah untuk mencoba, tak...
Comments
4 Likes
Aku baru saja menamatkan buku berjudul Babel, karangan seorang penulis Tionghoa-Amerika bernama R.F. Kuang. Buku ini sudah lama mengambil perhatianku, karena di internet banyak sekali yang memuji-muji buku ini. Ternyata Babel memang sangat layak...
Comments
2 Likes
Musim hujan di Smipa selalu mengundang banyak keluhan. Toilet yang tergenang, payung yang kurang, ruangan kelas yang basah kena tempias hujan. Tapi, sekaligus, membawa banyak keseruan. Temanku pernah berkata, di Smipa, segala kesulitan dan...
Comments
2 Likes
Akhir-akhir ini hari-hariku terasa seperti menulis, menulis, menulis. Menulis untuk majalah, menulis AES, menulis lagu, menulis buku harian, menulis latihan komposisi bahasa. Rasanya tidak ada habis-habisnya hal-hal yang perlu kutulis. Sebenarnya,...
Comments
3 Likes
Lembaga Studi Realino adalah tempat yang sejuk dan rimbun. Bangunannya kuno, sepi. Tempat berlabuh setelah lengket-kental-mengantuknya matahari Jogja itu. Dia tampaknya tidak banyak berubah sejak pertama aku mengunjungi, bisa jadi sejak dibangun...
2 Comments
3 Likes
Matahari Jogja itu lengket, kental, mengantuk. Aku heran kenapa orang-orangnya bisa begitu segar, bermotor ugal-ugalan, tidak mau jalurnya diambil. Sementara aku, rasanya otakku meleleh ke dalam tempurungnya. Panas membuatku tidak bisa berpikir....
Comments
2 Likes
Aku pertama kali menghirup aroma gurih sate kulit saat SMP, ketika teman-temanku berbondong-bondong mengantri di depan kompor Mbak Esih, di jeda sebelum OSIS. Aku pertama kali mencoba sate kulit sebagai potongan kecil yang kuminta dari temanku:...
4 Comments
6 Likes
Selaku generasi yang menghabiskan waktunya di media sosial, tentu saja, generasiku telah menyusun dengan sendirinya etika dalam mengetik (texting, WA-an, dst.; untuk seterusnya akan disebut sebagai mengetik). Budaya ini adalah sesuatu yang bisa...
1 Comments
4 Likes