Bercermin untuk melihat diri sendiri, dengan kesadaran bahwa yang di dalam cermin itu bukanlah diri sendiri. Itu adalah cerminan yang ini. Buktinya, kanan dan kiri yang berbeda kalau kita bergerak. Hanya bercermin ini penting, untuk menyadari diri...
Comments
3 Likes
Saya menggunakan your-self (pakai strip '-') bukannya yourself (sebagai kesatuan) sebagai pengingat, bahwa sense of self adalah aspek fundamental dan bahwa self berbeda dengan personality. Karena sisi menghambat dari kebiasaan adalah...
Comments
Likes
Remaja akan merasakan dirinya yang lain, dalam dirinya sendiri. Bahkan rasanya seperti merasakan orang lain, yang adalah dirinya sendiri. Seperti dirinya sendiri yang lain. Bukan hanya seperti ada dua kepribadian dalam satu badan, melainkan sampai...
Comments
Likes
Tiga fase besar dalam proses remaja:
1. Remaja awal - Berpikir Abstrak (13-14)2. Remaja menengah - Personalitas (15-17)3. Remaja akhir - Diri (18-20)
REMAJA AWAL - BERPIKIR ABSTRAK
Adanya kemampuan baru untuk berpegang pada kata-kata dan menikmati...
Comments
1 Likes
Sekelebat terlintas catatan lama soal kadar kemonyetan waktu kemarin ketemu monyet di area Selametan Smipa TP19. Karena beberapa hari sebelumnya melihat beberapa video tentang kesadaran (consciousness). Katanya, yang namanya kesadaran ini selalu...
Comments
5 Likes
Yang satu melakukannya. Yang satu lagi mempersoalkan betapa tidak sempurna hal itu dilakukan. Yang satu menghayatinya. Yang satu lagi sibuk mengkhayalinya. Inilah yang membedakan gagasan berakhir menjadi bacaan atau bermula menjadi acuan.
Pelaku...
1 Comments
1 Likes
Gak mau gak mau gak tahu.
Lagi-lagi menemui yang begini, hanya kali ini sudah tidak terlalu teriritasi. Karena sudah pernah beberapa kali, jadinya terasa wajar walaupun tetap menyebalkan. Peran yang ber-gak mau gak mau gak tahu ini.
Wajar memang,...
Comments
1 Likes
Waktu adalah blablabla, ruang adalah blublublu, ruang waktu adalah blebleble. Katanya. Biasanya. Harusnya.
Kalau kita bilang waktu adalah ruang, sekaligus ruang adalah waktu. Apakah:
Kita masih melihat kuantitas dari durasi, dengan membilang bahwa...
Comments
Likes
Setiap yang datang dan tidak untuk waktu panjang, membawa penyembuhan. Sedangkan kita malahan mempersoalkannya, dengan duduk berbahas bahasaan dan memberi penilaian. Memang, wajar kan soalnya sedang sakit.
Siapa yang sakit, ya kita. Siapa yang...
Comments
Likes
Agar masuk tahap selanjutnya dengan sadar bahwa tidak ada yang bersalah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak ada yang dapat disalahkan. Walaupun selalu ada yang salah, sebagai rangkaian kebenaran. Bukankah saya mengetahui ada saya dari...
Comments
Likes