Label itu penting. Untuk menegaskan mana yang diperlukan dan mana yang tidak. Intinya kan pada gak perlu yang gak perlu. Dengan ketegasan label, kita tidak perlu mengalami salah ambil dan mengembalikannya lagi ke tempat semula.
Sebenarnya salah...
Jadi, maksud sebenarnya dari yang tertulis adalah untuk kembali kepada yang tidak tertulis. Yaitu pada keselarasannya. Misalnya, bilang akan mencontohkan suatu tindakan sebagai acuan. Maka, agar katanya selaras dengan nyatanya perlu ada tulisan...
Ada dua orang yang berdiri bersebelahan. Setelah lama berbincang, salah satunya mundur perlahan. Mundur lagi pelan-pelan. Mundur terus, sampai jarak diantara keduanya renggang.
Lalu yang berjalan pelan mundur itu melihat bahwa teman bicaranya...
Seerat-eratnya menggenggam pasir, tetap meluruh melalui celah jemari. Seketat-ketatnya menahan air, tetap mengalir melewati pergelangan tangan.
Seberat-beratnya kaki memijak, tetap terempas angin seperti pohon tumbang. Selentur-lenturnya tubuh...
Yang berperan tentulah berfungsi, yang berfungsi belum tentu berperan. Belum mampu berperan masih bisa berfungsi, cukup lah ditoleransi. Sudah tidak berfungsi apalagi berperan, keberadaannya tidak lain ada lah pemakluman.
Peran merupakan proses...
Kalau belajar hanya untuk belajar, jadinya hanya belajar. Gak jadi apa-apa, selain jadi pelajaran. Lalu diulangi lagi, dipelajari lagi. Belajar lagi. Berputar berulang tak henti oleh karena belajar hanya untuk belajar.
Memang sempit sih konteks...
How we think, is how we feel. What we do, is what we think. Jadi bukan pada katanya, justru pada nyatanya. Seperti katanya akan ber-orientasi membantu, nyatanya malah bersikap membatu.
Memanfaatkan kesempatan untuk tidak melakukan apa-apa kalau...
Gambar dari : geotimes.co.id
Memang sih, tampaknya seperti sedang ngobrol dengan kucing dan seakan-akan kucingnya mengerti. Disuruh berguling, dikerjakan. Disuruh bersihkan tempat makan, dikerjakan. Disuruh ambilin paket datang, juga dikerjakan....
Bukankah kepastian itu persiapan menghadapi kemendadakan. Makanya dibilang ilmu pasti, karena yang pasti ilmunya. Implementasinya yang mendadak.
Jadi kalau ada yang bilang menjalani kehidupan itu perlu implementasi pasti, bisa jadi ilmunya ilmu...
Bukan dengan cara menyampaikan pesan atas nama seseorang kepada orang lain. “Eh, kata si X kamu perlu melakukan kegiatan Y, pokoknya kerjain aja soalnya saya juga disuruh menyampaikan pesan ini. Ngerti kan ya, udah pada gede dan udah pada pernah...
Yang tampak adalah segalanya, tiada kedalaman. Yang ada ya ada, yang gak ada ya gak ada. Jadi teringat kata Warhol, “I am a deeply superficial person.”
Apa yang terlihat, itulah semuanya. Jadi apa yang hendak diketahui dari yang tampak, tidak...
Arahnya ke atas, caranya merendahkan badan. Lho koq gitu!? Gak bisa gitulah caranya! Kalau ke atas, badan perlu semakin tinggi bukannya malah direndahkan.
Begitulah repotnya kalau sedang fokus ke arah, malah dipotong dengan ulasan cara. Seperti...
Ceritakan soal potensi tanpa terjebak delusi. Karena saat menggunakan imajinasi, imaji bisa jadi fantasi. Hati-hati, realisasi adalah soal pengorbanan. Melepaskan sembilan ratus sembilan puluh sembilan potensi, menyisakan satu yang ditindak...
Tidak bisa tidak fokus. Kita selalu fokus. Jadi kalau ada yang bilang kalau kita tidak fokus, itu hanya soal berbeda fokus saja. Maksudnya, kita fokus pada lamunan sedangkan mereka fokus pada kerja tangan. Masing-masing dengan fokus masing-masing,...
Melihat ke depan, berpikir sekarang. Bukan melihat sekarang berpikir ke depan. Kalau melihat sekarang berpikir ke depan, jadinya kepikiran. Sedangkan melihat ke depan berpikir sekarang, jadinya tindakan.
Kalau melihat ke belakang berpikir...