Bedanya, ada yang banyak yaitu tujuh-an (7) dan ada yang hanya satu aja yaitu sa-saran (1). Hmmm... Hanya, kalau dari aplikabilitas sih yang tujuan baiknya satu aja sedangkan sasaran baiknya lebih dari satu. Begitupun gak perlu sampai tujuh juga...
Secara umum, "refleksif" relates more to involuntary actions or behaviors, while "reflektif" relates to thoughtful or introspective thinking.
Yang mengerikan, kalau secara reflekS menyela dengan permintaan refleksi. Ini seperti meminta makna...
Memaknai terjadi saat diri memiliki wadah untuk menerima makna. Tanpa itu jadinya malah memaKani, selalu meminta tetapi tak mampu menerima.
Pertanyaan, “Apa maknanya?” Jadi terasa seperti menguji, kalau yang bertanya tak memiliki wadah ini....
Kalau bilang hanya memfasilitasi, berarti hanya fasilitator. Kalau bilang hanya menemani, berarti hanya teman. Kalau bilang hanya itu, berarti hanya segitu. Kalau bilang hanya ini, berarti hanya segini. Yang ada ya ada, yang gak ada ya gak ada....
Bebas. Satu kata sakti yang menampilkan ketidak mampuan. Bukankah kita hanya mampu melakukan hal yang kita ketahui saja. Buktinya, ketika mendapatkan kata bebas ini yang dilakukan adalah mengulang pengalaman terdahulu di sekarang ini. Betapa tidak...
Paradigma itu seperti matahari, bagi diriku. Yang bisa jadi berbeda dengan matahari bagi diri lain yang bukan aku. Misalnya matahari bagimu atau matahari bagi dia, matahari bagi mereka bahkan matahari bagi kami pun berbeda. Paradigma itu seperti...
... masih menggunakan keseharusnyaan untuk berebutan posisi. Seperti seorang teknisi malah menyibukkan diri dengan mengupas keseharusnyaan seorang insinyur, seperti seorang pendamping aktivitas di lapangan yang malah menyibukkan diri dengan...
Kalau kesadaran diukur dari sudutnya, amatan bisa jadi dilakukan pada hal-hal kecil. Seperti pada penempatan diri atau barang yang dimiliki pada posisi dan sudut yang bagaimana, seperti parkir motor atau nyolokin carger hape. Atau sudut siku...
Seringkali kita merasa diri sebagai penyelamat, padahal di mata orang lain kita malahan adalah penyela amat. Kemudian kita membela diri dengan memberi penjelasan, sambil menyalahkan pandangan orang lain itu. Yang semakin membuktikan kalau kita...
Melainkan, gambaran menyeluruh. Kelintas di sore tadi di bawah teduhan atap teras CoOp. Menunggu hujan reda karena malas pakai mantel hujan. Walaupun akhirnya tetap dipakai juga karena hujan masih belum reda dan waktu sudah menunjukkan pukul...
Belakangan yang kelamaan ini rasanya stagnan, melihat segalanya seakan usang. Ah, membosankan. Tiadakah kebaruan yang bisa diperlihatkan di hadapan?! Eh, sebentar. Ataukah ini sedang terjebak dalam ilusi ke-sudah pernah-an. Seperti tidak ada yang...
Kepenuhan diri dan ketidak penuhan diri, sama-sama bermasalahnya. Yang dirinya tidak penuh gelisah di dalam, menggusarkan ke luar. Yang dirinya penuh gusar di dalam, menggelisahkan ke luar. Keduanya sama-sama menerapkan standar ekspektasi sendiri...
Cerita yang dilebih-kurangkan dari Bale Ajar KPB kemarin siang. Bagaimana caranya membahas persepsi tanpa terjebak persepsi? Bisa dengan membatasi dengan dalih menyamakan persepsi. Bisa juga dengan menyelaminya dengan dalih menyadari persepsi....
Pagi sudah geser-geser meja kerja di ruang kantoran, semacam usaha menemukan command position ceritanya. Di posisi yang bagaimana ruangan bisa terasa secara keseluruhan dan bisa merasakan yang masuk ke dalam ruangan. Ini soal penguasaan dan...
Beberapa hari lalu, saya diberitahu oleh Kak Robert kalau CoOp menjual alpukat. Buahnya besar-besar, asik untuk teman minum kopi, katanya. Jelas saya tertarik dan langsung meluncur ke lokasi. Yah ternyata terlambat, buah yang besar sudah keduluan...