Pokok tidak berbuah, cabang lah yang iya. Begitupun, cabang perlu berasal dari pokoknya baru bisa berbuah. Terpisah dari pokok, cabang hanya ranting kering di atas tanah.
Meskipun terhubung dengan pokok, cabang tidak selalu berbuah. Ada saja...
Tidak puas dengan kedirian sendiri, intip-intip yang ke-orang lain-an. Tidak kuat dengan kesendirian diri, intip-intip kedirian orang lain. Tidak memiliki pendirian, intip-intip penetapan yang diadakan.
Tidak terima kenyataan, gosip-gosip keadaan....
Menyiapkan susu segar segelas untuk dinikmati dan dicerna nutrisinya, eh ada setitik kotoran di lapisan atas. Ambil saja setitik itu dengan celupan jari telunjuk dan memang kotoran setitik itu melekat pada jari, angkat dan buang. Eh baru sadar...
Kalau kita melakukan pelayanan dan kita menikmatinya, kita tidak sedang melayani melainkan menikmati. Egosentris tingkat awal kan soal apa yang aku dapat, tingkat menengah adalah soal apa yang aku kasih, tingkat akut adalah soal agar aku tidak...
Untuk saya sih, anak kuncinya adalah kesetingkatan pemahaman. Komunikasi sebagai kunci menghambat terbukanya pintu persepsi, sedangkan realita ada di luar sana. Membahas soal komunikasi sebagai kunci tidak akan membuka pintu persepsi, apalagi...
Menyimak video soal lebih fatal orang bodoh daripada orang jahat, bikin teringat pemahaman dulu soal lebih baik menjadi orang cerdas daripada orang baik. Karena tingkat kecerdasan tinggi lah yang menghadirkan sikap dan perilaku baik.
The way one...
Dari yang merasa lebih, jadi sadar bahwa selalu ada yang lebih dari yang paling. Saat diri menjadi yang paling tahu akan sesuatu, respons dari yang lain bisa jadi membuat diri lebih tahu lagi; Dengan syarat, telinga ini bersih dari kerak...
Pagi hari, bangun mandi berpakaian lalu berendam parfum hingga aroma wangi semerbak sampai ke ujung dunia. Dunianya tentu saja, karena bisa jadi untuk dunia lain ini tidak wangi. Dunia kedai kopi misalnya, yang dimampirinya sejenak dalam...
Verbal kah, yang ada pada kebanyakan orang kebanyakan. Visual kah, yang sering dikhususkan dan dijadikan stigma. Atau spasial, yang selalu diabaikan sampai akhirnya sekarang jadi sendi utama perkembangan zaman.
Dengan demikian, cara berpikir...
Kalau bicara soal spirit, yang kerap mengata-katakan kata spirit itu yang biasanya yang tidak memahaminya. Yang dikatakan, yang belum selesai di pemikiran; yang dilakukan yang belum selesai di pemahaman. Karena yang sudah, cukup menjadi dan diam;...
Kalau asumsi kan melihat ke belakang untuk menilai yang sekarang. Sedangkan ekspektasi tuh melihat ke depan sebagai hasil dari penilaian yang sekarang. Yang jadi persoalan adalah kalau asumsinya tidak kuat, sehingga penilaian sekarang kurang...
Bedanya, ada yang banyak yaitu tujuh-an (7) dan ada yang hanya satu aja yaitu sa-saran (1). Hmmm... Hanya, kalau dari aplikabilitas sih yang tujuan baiknya satu aja sedangkan sasaran baiknya lebih dari satu. Begitupun gak perlu sampai tujuh juga...
Secara umum, "refleksif" relates more to involuntary actions or behaviors, while "reflektif" relates to thoughtful or introspective thinking.
Yang mengerikan, kalau secara reflekS menyela dengan permintaan refleksi. Ini seperti meminta makna...
Memaknai terjadi saat diri memiliki wadah untuk menerima makna. Tanpa itu jadinya malah memaKani, selalu meminta tetapi tak mampu menerima.
Pertanyaan, “Apa maknanya?” Jadi terasa seperti menguji, kalau yang bertanya tak memiliki wadah ini....
Kalau bilang hanya memfasilitasi, berarti hanya fasilitator. Kalau bilang hanya menemani, berarti hanya teman. Kalau bilang hanya itu, berarti hanya segitu. Kalau bilang hanya ini, berarti hanya segini. Yang ada ya ada, yang gak ada ya gak ada....