Yang betul, selalu benar. Yang benar, belum tentu betul. Seperti menyampaikan kebenaran yang tidak memerhatikan keadaan, niat baik selalu berakhir buruk. Sebagaimana kebetulan selalu mengantarkan kebaikan, karena yang selaras selalu menyesuaikan....
Kata saya. Sistem pada pendidikan itu rasanya gak pas. Soalnya, kayak lebih pas sistem dalam pendidikan. Sistem pembayaran, sistem penilaian, sistem pemilahan, dan sistem-sistem lain yang mendukung atmosfer pendidikan.
Yak, saya lebih suka frasa...
Perbaikan terjadi kalau tingkat atas turun ke bawah, kemudian diangkat kembali ke atas oleh yang di bawah. Langka, perubahan terjadi oleh yang tingkat bawah naik ke tingkat atas.
Kalau belum pernah di atas, saat dinaikan oleh yang di bawah malah...
"There is more wisdom in your body than your deepest philosophy" - Nietzsche
Makanya wajar, yang sangat inovatif dalam perkataan tetap saja repetitif dalam perbuatan. Kontradiksi tidak lah mengherankan, bukankah yang dikatakan adalah yang belum...
Sama-sama wadah air, bedanya di aliran saja. Satu berisik, satu lagi tenang. Sama-sama menampung potensi, satu bagi sekitarnya, satu lagi bagi seluruhnya.
Demikian pun, saling ketergantungan keduanya. Tak sampai laut kalau tak lewat sungai, tak...
Terlalu tahu malah jadi labu, terlalu labu malah jadi tahu. Demikianlah baik untuk, cukup tahu saja dan cukup labu saja. Kalau dua-duanya gimana, ya memang keduanya kan pakai dan bukan atau.
Ngomong soal kecukupan, jadi perlu mengerti soal...
Dalam perantauan atau perjalanan, pada merantau kita katakan. Pergi itu mudah. Kembali ini yang susah. Mudah karena kita berada dalam moda bertahan hidup, membuat sikap kita menerima dan perilaku kita sederhana. Gak belagu kita; yang membuat susah...
Terinspirasi prinsip Caritas in Veritate yang selalu perlu dihayati (bukan dikhayali melalui definisi-definisi dialektika apalagi diskursi) dalam keseharian. Yang bahkan makan pun perlu minta bukti pembayaran dan pengeluaran seribu dua ribu untuk...
Pertama adalah otentisitas. Terasa jelas mana yang otentik dan mana yang imitasi; yah walaupun kebijaksanaan imitasi pun tetap adalah kebijaksanaan, tidak menafikan bahwa itupun tetap saja adalah imitasi. Sosok yang masih terasa bimbang,...
Pada satu kejadian, terlalu banyak sudut pandang malah bikin semakin kurang ketegasan. Apalagi kalau orientasinya kemajuan, yang artinya perlu banyak meninggalkan di belakang. Bahkan yang paling berharga akan dilepaskan, karena ada yang lebih...
Bagaimana melihat kalau sibuk menganga, tertutup itu telinga jadi buta. Terlalu buka mata bukan refleksi jadinya, proyeksi yang ada. Coba sadari, mata selalu menembak ke depan seperti proyektor sedangkan telinga mengindera sekeiling menangkap...
“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.” Hamka.
Begini pun, kera menjadi kera karena kera itu menjadi bagian dari kelompok kera ini. Babi menjadi babi karena babi itu menjadi bagian...
Ya memang begini. Mengesampingkan emosi dan mengutamakan rasionalitas pun, reaksi emosional yang dirasionalisasi kemudian. Makanya untuk saya, seperti wadah lebih penting daripada isi demikian logika lebih penting daripada rasionalitas.
Manusia...
Kemelekatan itu penting untuk ada sebagai yang pertama, karena begitulah cara mendefinisi diri. Identitas jelas itu perlu sebagai pengenalan, dengan kesadaran akan selalu terjadi perubahan;
Yang mari kita namai ke-melek kata-an. Sering bertemu...
Keunikan diri tidak jauh dari kebersamaan ini. Makanya, kebersamaan bukanlah kesamaan dan persamaan bukanlah penyamaan. Mengkhianati kedua prinsip tersebut, hanya ada kecemburuan karena tidak bisa menjadi seperti itu.
Menerima respon lingkungan...