Tiga fase besar dalam proses remaja:
1. Remaja awal - Berpikir Abstrak (13-14)2. Remaja menengah - Personalitas (15-17)3. Remaja akhir - Diri (18-20)
REMAJA AWAL - BERPIKIR ABSTRAK
Adanya kemampuan baru untuk berpegang pada kata-kata dan menikmati...
Sekelebat terlintas catatan lama soal kadar kemonyetan waktu kemarin ketemu monyet di area Selametan Smipa TP19. Karena beberapa hari sebelumnya melihat beberapa video tentang kesadaran (consciousness). Katanya, yang namanya kesadaran ini selalu...
Yang satu melakukannya. Yang satu lagi mempersoalkan betapa tidak sempurna hal itu dilakukan. Yang satu menghayatinya. Yang satu lagi sibuk mengkhayalinya. Inilah yang membedakan gagasan berakhir menjadi bacaan atau bermula menjadi acuan.
Pelaku...
Gak mau gak mau gak tahu.
Lagi-lagi menemui yang begini, hanya kali ini sudah tidak terlalu teriritasi. Karena sudah pernah beberapa kali, jadinya terasa wajar walaupun tetap menyebalkan. Peran yang ber-gak mau gak mau gak tahu ini.
Wajar memang,...
Waktu adalah blablabla, ruang adalah blublublu, ruang waktu adalah blebleble. Katanya. Biasanya. Harusnya.
Kalau kita bilang waktu adalah ruang, sekaligus ruang adalah waktu. Apakah:
Kita masih melihat kuantitas dari durasi, dengan membilang bahwa...
Setiap yang datang dan tidak untuk waktu panjang, membawa penyembuhan. Sedangkan kita malahan mempersoalkannya, dengan duduk berbahas bahasaan dan memberi penilaian. Memang, wajar kan soalnya sedang sakit.
Siapa yang sakit, ya kita. Siapa yang...
Agar masuk tahap selanjutnya dengan sadar bahwa tidak ada yang bersalah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak ada yang dapat disalahkan. Walaupun selalu ada yang salah, sebagai rangkaian kebenaran. Bukankah saya mengetahui ada saya dari...
Instrumen yang memastikan kehampir pastian ini agar menjadi sesuatu yang relatif absolut ini adalah instrumen-instrumen yang beragam dalam satu kesatuan. Dengan kesadaran bahwa jalan termudah untuk keluar dari keterjebakan seringkali dan hampir...
Kesadaran kedua adalah bahwa situasi selalu akan tumbuh baik dan terbangun sebelum akhirnya tersendat dan runtuh. Bukan menyumpahi apalagi menyampahi, ini hanya membuka telinga untuk melihat dan menutup mata untuk menilai. Coba rasakan aromanya,...
Kesadaran pertama adalah bahwa semakin kuat saya mendorong sistem, semakin kuat juga dorongan balik dari sistem. Sistem di sini adalah kebiasaan terstruktur, ingatlah bahwa sistem tanpa struktur hanyalah bayang-bayang kenyataan. Dan struktur...
Seringkali menghadapi pola yang sama yang begitu-begitu saja, menghadirkan transformasi dari kesebalan jadi kekebalan. Awalnya sebal, akhirnya kebal. Sudah terduga, terjadi pula. Jebakannya adalah bahwa kekebalan ini pun, pola yang begitu-begitu...
Katanya, lebih mudah meminta maaf daripada meminta izin. Karena kalau meminta izin, bisa jadi tidak diberikan dan yang dikehendaki tidak didapatkannya. Sedangkan kalau meminta maaf, sudah mendapatkan yang dikehendaki terlepas diizinkan atau tidak....
Sekarang, kalau ada pertanyaan mana duluan ayam atau telur saya akan menjawab ayam duluan. Seperti jawaban dari pertanyaan duluan mana biji atau pohon, jawabannya adalah pohon. Alasannya, mengenai nama saja. Kita kan menamai sesuatu yang kita...
Pada yang di belakang, kita meletakan dugaan. Pada yang bersamaan, kita meletakan pemodelan. Pada yang di depan, kita meletakan tuntutan. Dugaan, pemodelan, tuntutan yang istilah kerennya kita bilang ekspektasi, asumsi, ambisi.
Seperti meminta...
Seringkali terlalu sibuk mengukur kapasitas sampai melupakan spesifisitas. Kemudian menjujung kolaborasi, yang malah menampilkan ketidak mampuan diri merealisasi imaji. Maksudnya, seringkali terlalu besar keinginan tidak diimbangi besar daya tahan...