8 km menjadi sebuah ukuran yang cukup ramai disebut beberapa pekan ini. Bagaimana 8 km ini bisa membangun imajinasi, asumsi, dan ekspektasi di benak banyak orang. Ada yang mengasosiasikan 8 km dengan ketakutan, keraguan, ketidakmampuan, jauh,...
Comments
9 Likes
Hari ini ada banyak sekali kata kunci untuk disimpan, yang mungkin suatu saat akan digunakan untuk membuka pintu hati atau ingatan kita (keluarga SMIPA) tentang proses dan perjalanan yang telah dilalui. Betapa tidak, setiap Kakak bergantian...
Comments
11 Likes
"Mengapa disebut Pulang Pergi, bukan pergi pulang?" Bukankah kita pergi dulu baru bisa pulang? bisa jadi, tapi …. Bagi saya pulang bukan karena kita sudah pergi, tetapi karena kita menentukan makna dan siapa rumah kita. Saya sebut sebagai siapa,...
Comments
6 Likes
Beberapa hari ini saya mengijinkan si Marah untuk singgah. Tentu saja tidak lantas menjadikan rumah diri saya berubah menjadi rumah kemarahan. Rumah diri saya tetaplah rumah saya yang netral, tidak berubah karena siapa tamu yang datang. Saya tetap...
Comments
6 Likes
Tentang makan dan makanan. Kita selalu menganggap bahwa makanan yang dibutuhkan diri kita hanyalah makanan yang datang melewati mulut. Atau hanya pada apa yang kita “makan”.
Lebih luas dari itu, ada makanan lain yang sangat sering kita lupakan....
Comments
3 Likes
Diakui tak diakui, disadari tak disadari, kita senang menghakimi diri dan orang lain.Bahkan, tak jarang kita menghakimi pikiran kita sendiri. Sehingga mereka lahir tidak dalam keadaan netral (apa adanya), karena sudah terluka oleh penghakiman kita...
Comments
3 Likes
Sebelum hari ini, perpaduan kata kembali dan selamat tak terdengar harmonis bagi saya. Kembali selamat. Lebih akrab jika 'kembali' berpasangan dengan datang atau pulang. Begitu pun 'selamat', ia lebih dekat dengan pagi, siang, malam, datang, atau...
5 Comments
6 Likes