Memisahkan api di kepala dengan air di badan. Menggabungkannya di kaki dan tangan sebagai kayu.
Kaki seperti akar dan tangan seperti cabang. Batangnya adalah kayu yang menyala api di atas arus air.
Dengan kesadaran ini, melihat lebih luas...
Inilah daya adiktif sistem, yang membuat para pecandunya membuat orang lain kecanduan juga. Ketidak mampuan diri untuk merangkul kompleksitas realita, membuat diri menyederhanakannya sebatas fakta. Lupa, kalau fakta berubah seiring waktu melalui...
Katanya terlalu kerap orang-orang sekarang bekerja untuk makna, sampai-sampai tidak mampu lagi bekerja atas disiplin. Segala hal selalu melalui pemaknaan terlebih dahulu, sehingga semua hal melewati disiplin sejak dari awalan. Bedakanlah melalui...
Belakangan ini seringkali muncul di media sosial suatu ajakan, untuk berhenti menormalisasi perilaku yang tidak pantas. Misalnya berhenti menormalisasi perilaku parkir di trotoar, atau juga berhenti menormalisasi perilaku menyenangkan orang lain....
Bagaimana bisa bermanfaat kalau tidak bermakna!? Bagaimana bisa bermakna kalau tidak bermanfaat!? Eits, bagaimana kalau bisa?? Bisa bermanfaat walaupun tidak bermakna. Bisa bermakna walaupun tidak bermanfaat. Seperti komentar kilat dari pertemuan...
Kalau setiap orang adalah refleksi dan proyeksi diri, bertumbuhlah sampai saat orang lain itu tidak memicu rasa tidak puas dan tidak penuh diri sendiri. Karena itulah saatnya, kepenuhan diri mencapai kecukupannya yang memuaskan. Berkembanglah...
Kalau manusia adalah waktu, pertanyaan sampai kapan? seakan hendak mengingatkan soal kemanusiaannya. Seperti seorang yang bergagasan liar dan memilih cara yang berbeda selama bertahun-tahun, banyak orang yang bertanya sampai kapan? Atau seperti...
Pengetahuan membuat kita semakin banyak melihat kemungkinan, lalu masuk ke dalam jebakan paradoks pilihan. Seringkali jadinya menutup peluang dari banyak kemungkinan tersebut, dan terpaku pada satu keseharusnyaan. Seperti judul film jadul pintar...
Memberikan diri bagi lingkungan, karena keadaan terbentuk dari pandangan diri terhadap keberadaan. Seringkali kita tidak mengetahui apa yang sesungguhnya diperlukan, makanya terlalu ketagihan kita akan kepastian. Sungguh melelahkan ini, makanya...
Memberikan diri bagi lingkungan, karena keadaan terbentuk dari pandangan diri terhadap keberadaan. Persepsi yang berdasarkan daya imajinasi, yang membuat manusia sebagai manusia. Bukan kecerdasan buatan dan robot yang merespon ukuran keadaan...
Tingkat dasar adalah bersikap pantas dan bertindak layak setelah membuang kelebihan energi yang tidak bisa dikendalikan. Seperti seorang anak dari kelompok bermain yang perlu melelahkan dirinya agar dengan sisa energi yang pas dapat memenuhi peran...
Soal pertanyaan untuk apakah saya hidup? Setelah ditelaah lebih dalam, ternyata pertanyaan ini semacam pertanyaan palsu. Karena ini muncul dari pola yang kita rasakan dan temukan selama ini, yaitu setiap malam kita mati dan setiap pagi kita hidup...
Dahulu kala, ketika masih tugas bolak-balik Bandung Semarang dengan Kereta Harina. Selesai pertemuan dan penuntasan tugas di Semarang, saya memutuskan pulang ke Bandung. Biasanya, saya akan menginap semalam lagi untuk jalan-jalan dan ngemil di...
Kalau kita pakai tingkatan dengan menggunakan sistem koordinat kartesius dua dimensi. Sumbu X sebagai cara bicara kita dalam merespon perkataan orang lain, dengan x=1 adalah membatalkan, x=2 adalah menambahkan, dan x=3 adalah mengembalikan (bukan...
Cara otak belajar adalah dengan mengalami beragam percikan elektrokemikal neuron kemudian menetapkan jalur yang paling efisien, berdasarkan pengalaman nyata elektrikal dan kemikal yang terjadi itu. Seperti filosofi timur soal belajar yang selalu...