Soal pertanyaan untuk apakah saya hidup? Setelah ditelaah lebih dalam, ternyata pertanyaan ini semacam pertanyaan palsu. Karena ini muncul dari pola yang kita rasakan dan temukan selama ini, yaitu setiap malam kita mati dan setiap pagi kita hidup...
Dahulu kala, ketika masih tugas bolak-balik Bandung Semarang dengan Kereta Harina. Selesai pertemuan dan penuntasan tugas di Semarang, saya memutuskan pulang ke Bandung. Biasanya, saya akan menginap semalam lagi untuk jalan-jalan dan ngemil di...
Kalau kita pakai tingkatan dengan menggunakan sistem koordinat kartesius dua dimensi. Sumbu X sebagai cara bicara kita dalam merespon perkataan orang lain, dengan x=1 adalah membatalkan, x=2 adalah menambahkan, dan x=3 adalah mengembalikan (bukan...
Cara otak belajar adalah dengan mengalami beragam percikan elektrokemikal neuron kemudian menetapkan jalur yang paling efisien, berdasarkan pengalaman nyata elektrikal dan kemikal yang terjadi itu. Seperti filosofi timur soal belajar yang selalu...
Educare artinya lebih kepada membentuk, sedangkan educere artinya lebih kepada membawa keluar. Bisa keluar dari bentukan itu, bisa juga keluar dengan bentukan itu. Seperti kita membentuk seseorang sehingga memiliki karakter dan keterampilan...
Terlintas kutipan dari salah satu filsuf kuno yang saya lupa namanya hanya ingat katanya, “Kita tidak akan pernah bisa mengajarkan apa yang perlu dipikirkan, tetapi kita bisa mengajarkan bagaimana cara berpikirnya.” Persoalannya, “Kita hanya bisa...
Saya pernah mau memotong cabang-cabang ujung pohon neem yang semakin tinggi, hampir menyentuh kabel internet. Juga, batang atas pohon pepaya yang bercabang dua. Salah satu cabangnya sudah mendekati kanopi tetangga. Yang terpikirkan oleh saya...
Pemikiran yang begitu-begitu saja. Pemikiran yang begini-begini juga. Makanya, pemikiran menjadi begitu luar biasa sedangkan perbuatan seperti biasanya. Karena yang begitu, lebih terlihat daripada yang begini.
Soal jarak. Pemikiran begitu berjarak...
Melawan alasan tidak berguna kecuali menikmatinya, makanya lebih efisien diterima saja. Apapun alasannya, silakan karena apapun adalah alasan. Kenyataannya, yang ada ya ada - yang gak ada ya gak ada.
Terlalu mengerti jadi enggan memperbarui,...
Jangan-jangan, selama ini lah keterjebakan kita. Setelah mengidentifikasi, mendefinisi, alih-alih determinasi terlebih dahulu kita malah langsung lompat ke aksi. Jadilah seperti biasa, repetisi mengarti-artikan yang mengerti-ngertikan....
Mungkin kita terlalu banyak tahu, sehingga tidak mau tahu lagi. Yang penting sudah tahu, jadi yasudahi saja dulu. Cukup dan tidak mau diberi tahu lagi. Demikianlah ketidak tahuan menjadi ada, baik dari yang diberi tahu juga dari yang memberi tahu...
Nebeng. Atau yang lebih payah lagi, ngomen. Dua dari banyak indikator mental model ingin maju tetapi enggan ke depan. Seperti meminta diajak bertualang, pas di perjalanan penuh dengan keluhan. Ketidak sesuaian keinginan dengan kenyataan.
Begini,...
Kemarin, sambil ngeliatin beberapa siswa kapebe main hujan. Coba ngobrol dengan ey-ay soal bedanya exercise, training, practice, dan drill. Jadi terlintas suatu gambaran, yang coba divisualisasikan sebagai representasi perluasan, pengisian,...
Bisa jadi artinya kita kembali kepada hal yang besar. Berarti, perlu membatasi diri akan hal-hal kecil yang sebegitu seringnya menyita perhatian. Seperti selama ini kita mengisi penuh gelas, dengan pasir hingga penuh padat dan homogen. Sekarang,...
Karena sudah pernah, ngapain lagi mengatakannya dengan panjang lebar. Palingan, satu kalimat maksimal. Seperti, “Yang penting ada batang kayu sebagai pegangan agar tetap mengambang.” Alih-alih menggambarkan profil, karakter, sejarah, nama, dll...