Lembaga Studi Realino adalah tempat yang sejuk dan rimbun. Bangunannya kuno, sepi. Tempat berlabuh setelah lengket-kental-mengantuknya matahari Jogja itu. Dia tampaknya tidak banyak berubah sejak pertama aku mengunjungi, bisa jadi sejak dibangun...
Matahari Jogja itu lengket, kental, mengantuk. Aku heran kenapa orang-orangnya bisa begitu segar, bermotor ugal-ugalan, tidak mau jalurnya diambil. Sementara aku, rasanya otakku meleleh ke dalam tempurungnya. Panas membuatku tidak bisa berpikir....
Aku pertama kali menghirup aroma gurih sate kulit saat SMP, ketika teman-temanku berbondong-bondong mengantri di depan kompor Mbak Esih, di jeda sebelum OSIS. Aku pertama kali mencoba sate kulit sebagai potongan kecil yang kuminta dari temanku:...
Selaku generasi yang menghabiskan waktunya di media sosial, tentu saja, generasiku telah menyusun dengan sendirinya etika dalam mengetik (texting, WA-an, dst.; untuk seterusnya akan disebut sebagai mengetik). Budaya ini adalah sesuatu yang bisa...
Bulan Juni, nyaris sedekade yang lalu, angin membelai rambutku yang tipis, desir ombak melatarbelakangi matahari. Aku menyusuri garis pantai. Aku senang pergi ke pantai. Pantai seperti tempat berlabuhnya begitu banyak perbatasan. Antara langit dan...
Ada sesuatu yang begitu istimewa rasanya, saat orang-orang berkumpul bersama untuk menonton sebuah lomba: sedih dan senang, bersama-sama. Rasa solidaritas dan kebanggaan yang tidak bisa direplikasi, tidak bisa dirasakan jika kita tidak berada...
Matahari panas menyilaukan jendela mobil. Yang tampak hanya kepala-kepala orang bermotor dan padat bangunan di jantung kota Bandung. Aku duduk di kursiku di bagian belakang, karena masih terlalu kecil untuk duduk di kursi depan. Pakaianku mungkin...
Menakutkan tapi juga sangat luar biasa bagiku, bahwa ada begitu banyak memori yang kita lupakan. Bahkan mungkin, kita lupa bahwa kita lupa, kita lupa bahwa mereka pernah ada. Berapa banyak hal kecil yang akan hilang selamanya karena tak pernah...
Musim laron selalu datang dulu, saat aku kecil, ditunggu dengan takut-takut tapi juga senang. Malam-malam, mereka berkerumun di jendela, menabrak-nabrak kaca. Seberapa erat jendela ditutup, ada saja yang berhasil menyelip masuk. Mereka...
Hari ini aku menonton video yang sangat menarik dari Howtown, sebuah channel Youtube relatif baru yang membahas berbagai hal yang berkaitan dengan sains. Yang aku suka dari Howton adalah bahwa mereka benar-benar menggali dalam: yang dibahas...
Hari ini, Bude Ratna mengajarkan kami tentang konsep-konsep dasar dari tarian nusantara. Aku sudah lama menantikan Bale Ajar seperti ini, sebab waktu kami dapat materi yang sama di K9, kurasa tidak sedalam yang sebenarnya bisa digali. Kali ini,...
Dalam rangka mencari kostum untuk proyek drama kami, hari ini kami pergi ke Pasar Cimol Gedebage untuk mencari baju bekas yang kira-kira cocok. Kami sudah berrencana untuk membeli berbagai pakaian: kebaya, kain, blangkon, perhiasan, hairnet,...
Kemarin, atas keteledoranku sendiri, jariku tergeprek. Aku sedang memukul pasak dengan batu, dan jariku terselip di bawahnya. Sepersekian detik sebelum terhantam, aku sempat berpikir, aduh gawat!, tapi sudah telat. Untungnya kukuku tidak kena,...
Sejak kecil di Smipa, kita selalu didukung untuk meraih bintang kita. Bintang kita adalah sesuatu yang menjadi penunjuk arah kita, letak hati kita. Aku sebenarnya selalu konsisten dan yakin dengan bintangku. Namun, akhir-akhir ini, aku mulai...
Layaknya anak dengan orangtua, kita bisa melihat rupa-rupa alam dalam tubuh manusia. Pola bercincin dalam kayu dalam sidik jari. Darah mengalir dalam pembuluh darah, seperti air dalam sungai, bercabang-cabang dan berubah sesuai dengan datarannya....