We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit. Katanya begitu. Nyatanya? Begini. Sama? Sama!
Berarti benar lah demikian adanya. Benar dan ada. Kebenaran, yang ada ya ada, yang tidak ada ya tidak ada.
Jadi ya atau...
Spiritualitas tidak lain adalah upaya untuk mengelola raga. Karena raga adalah kuil bagi roh. Jiwa adalah kualitas yang tercipta dari interaksi raga dan roh. Makanya yang dibilang sebagai jiwa yang murni, tidak lain adalah harmoni keseimbangan...
Bahkan tidak berekspektasi adalah suatu ekspektasi. Kita berekspektasi agar kita tidak berekspektasi. Ekspektasi kita adalah tidak ada ekspektasi. Ini pun suatu ekspektasi. Daripada menyangkal, baiklah menggunakan.
Manusia adalah makhluk berdaya...
Lawan dari manja bukanlah mandiri, justru adalah tidak berdaya. Kemandirian ada di antara keduanya itu. Pertemuan antara vulnerability dengan durability.
Ada kesediaan untuk menjadi rentan dengan menyadari batasan cakupan dan capaian diri....
Terlalu sering belajar soal kenapa, malah jadi gak bisa apa-apa. Mulai mempersoalkan siapa, semakin tidak jadi apa-apa.
Karena keduanya, kenapa dan siapa itu terlalu sering dilihat sebagai kesatuan saja. Padahal kesatuan itu tidak hanya saja.
Ada...
Semakin banyak penjelasan, semakin banyak kesalah pahaman. Semakin detil penggambaran, semakin bias gambarannya. Semakin fokus, semakin berantakan. Semakin benar, semakin salah.
Kalau semua yang dikatakan itu benar, maka benarlah yang dikatakan...
Hujan koq malah pakai jas. Jas hujan. Dipakai dadakan, walau bukan di mobil seperti tahu bulat. Karena kalau tidak bulat, bukan topi saya.
Bundar itu, bukan bulat. Bedanya bulat dengan bundar, apa ya? Mungkin bulat itu seperti bakso, sedangkan...
Tidak ada malam yang tidak ada bulan. Bahkan ketika malam, matahari tetap ada. Kita saja tidak mampu mempersepsikannya.
Eh, lebih tepatnya kita mempersepsikannya sebagai tidak ada. Karena tidak ada cahaya, kita persepsikan tidak ada. Padahal,...
Dengan usaha yang sama, daripada berebutan sepertinya lebih baik menjadikan. Seperti daripada berebutan menanam di tikungan jalan, lebih baik menjadikan apa yang tertanam di sana sebagai bagian dari kemenjadian. Yang penting, ada pemenuhan dari...
Merasa lebih, jadi mampu mengendalikan org lain.
Merasa lebih, jadi mampu merendahkan diri sendiri.
Merasa lebih, jadi merasa mampu. Merasa lebih, jadi lupa.
Lupa kalau merasa lebih ini karena dikondisikan oleh yang ternyata lebih.
Yang ternyata...
Di area masuk taman ada dua ember, lebih tepatnya penampungan air dari memfungsikan ulang kemasan. Satu yang besar untuk menampung air hujan. Satu yang kecil untuk menampung air bekas bilas tangan.
Setelah hujan, ember besar kepenuhan. Sampai...
Soal merespon ruang, seringkali dimulai dengan pertanyaan untuk apa. Kemudian pertanyaan punya apa. Barulah pertanyaanya bagaimana. Terakhir, siapa?
Seperti ruang dengan panjang 3 meter, lebar total 1.5 meter, tinggi 3 meter. Rincian lebar adalah...
Bukan karena pandai cerdas bijaksana, ia jadi mengajar. Justru karena mengajar, ia jadi pandai cerdas bijaksana.
kalau pintar?oh itu perlu sajen & syarat, gimana aja kalau ke orang pinter kan
Oke balik lagi ke soal ajar, mengajar,...
Tanaman mestilah tumbuhan. Tumbuhan tidak selalu tanaman. Yang tumbuh tidak selalu ditanam. Yang ditanam tidak melulu tumbuh.
Bedanya tanaman dengan tumbuhan, hanya soal ruang. Samanya tanaman dengan tumbuhan, hanya soal harapan. Hmm… Ruang dan...